Farhat sebut Ahok ngeyel, jutek dan nyolot

MERDEKA.COM,

Kicauan Farhat Abbas yang mengkritik Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuai protes keras dari sejumlah masyarakat, terutama etnis tertentu. Terkait hal itu, suami Nia Daniati ini meminta maaf melalui akun resmi twitternya.

Namun, nyatanya hal tersebut ditanggapi dingin oleh Ahok. Ahok sebut jika Farhat tidak bersalah maka tidak perlu meminta maaf. Pernyataan Ahok dalam akun twitter tersebut pun kembali menyulut emosi Farhat.

"Kemudian ketika saya meminta maaf dia (Ahok) mengatakan seolah-olah saya orang bodoh yang enggak salah malah minta maaf," ujar Farhat kesal di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/1).

Pernyataan tersebut, dinilai Farhat tidak sepantasnya dilontarkan oleh seorang pemimpin nomor dua Ibukota. "Kalau dia bijaksana dia (Ahok) bisa berkata 'oh iya, Farhat tidak apa-apa, kamu kan warga saya' enggak perlu lagi menyerang bahwa Farhat itu pengacara narkoba yang menyelamatkan hukuman mati," tutur Farhat.

"Tidak perlu dia (Ahok) mengatakan bahwa Farhat Abbas ngomongnya hati-hati, pengacara ganteng tapi capres kok begitu. Ya buat apa. Berati ini kan ngeyel, jutek dan nyolot itu menurut persepsi saya," tandas Farhat.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam twittnya Farhat, pengacara tersebut menulis @farhatabbaslaw : Ahok sana sini plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke orang Umum katanya ! Dasar Ahok plat aja diributin ! Apapun plat nya tetap C***!

Kicauan tersebut pun menuai protes keras dari sejumlah warga yang notabenenya berasal dari kelompok etnis tertentu. Farhat pun sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UU No. 40 tahun 2008 pasal 4 dan 16 tentang penghapusan diskriminasi etnis dan ras dan UU ITE pasal 27 ayat 2 oleh Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Anton Medan dan juga perwakilan dari Himpunan Advokat Muda Indonesia, Ramdan Alamsyah pada Kamis 10 Januari 2013.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.