Farhat Tuduh Anton Medan Tabuh Genderang Rasis

Jakarta (ANTARA) - Farhat Abbas menuduh tokoh Islam Tionghoa, Anton Medan, menabuh genderang soal isu rasis terkait tulisan pengacara itu melalui media sosial (twitter) yang berujung pengaduan dirinya oleh Anton ke Polda Metro Jaya.

"Menurut saya merekalah (Anton Medan dan Ramdan Alamsyah yang memulai mengibarkan bendera rasis," kata Farhat di Markas Polda Metro Jaya, Kamis.

Farhat mengatakan, dirinya tidak berniat menyampaikan isu rasis yang menghasut melalui media sosial yang ditujukan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau yang dikenal Ahok.

Sebelumnya, Farhat melalui akun twitternya `@farhatabbaslaw` menulis "Ahok sana sini protes plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke orang umum katanya! Dasar Ahok plat aja diributin! Apapun platnya tetap Cina" pada 09 Januari 2013.

Selanjutnya, Anton Medan dan pengacara, Ramdan Alamsyah melaporkan Farhat ke Polda Metro Jaya, terkait dugaan penghinaan bernada diskriminasi kesukuan dan rasis.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : TBL/82/I/2013/PMJ/Ditreskrimsus, Ramdan mengadukan Farhat dengan Pasal 4 huruf (b) ayat (1) Undang-Undang 40 Tahun 2004 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dan Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Farhat mengaku ucapannya melalui twitter tersebut, tidak bertujuan untuk menyerang Ahok dengan isu rasis dan menghina warga keturunan China.

Suami penyanyi Nia Daniati itu, menyebutkan Anton Medan dan Ramdan yang memperbesar masalah kecil dari ucapan melalui twitter.

"Sesuatu yang tidak ada dasar hukumnya tidak perlu melapor, masa alasan telepon satu malam tidak diangkat langsung lapor polisi," ujar Farhat.

Farhat juga menambahkan seharusnya Anton Medan yang merupakan warga keturunan bisa membantu menyelesaikan persoalan atau mendamaikan.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.