Fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta yang Rusak Selesai Diperbaiki

Dedy Priatmojo
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, memastikan perbaikan fasilitas di area kedatangan Internasional yang rusak imbas kerumunan massa yang menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab sudah selesai diperbaiki.

Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano, mengatakan semua fasilitas yang rusak sudah diperbaiki dengan cepat dan sudah dapat digunakan kembali.

"Tidak lebih dari satu jam kemarin. Jadi kondisinya saat ini sudah dalam keadaan baik," kata Yado Yarismano dalam keterangannya Rabu, 11 November 2020.

Baca: Sejumlah Fasilitas Umum di Bandara Soekarno-Hatta Rusak

Seperti diketahui, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dipadati massa yang menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab. Massa berkumpul mulai dari jalan di sekitar bandara dan juga ruang tunggu kedatangan Internasional. Akibatnya ada beberapa fasilitas yang perlu dilakukan perbaikan oleh pengelola bandara.

Menurut Yado, saat ini masih dilakukan inventarisasi bila masih ada fasilitas lain yang perlu diperbaiki sebagai dampak dari ramainya pengunjung kemarin.

Ia mengatakan Bandara Soekarno-Hatta memiliki peran penting di sektor penerbangan nasional sehingga Angkasa Pura II berkomitmen untuk menjaga kelancaran operasional bandara. "Sejumlah langkah antisipasi telah kami jalankan sehingga Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan normal," ujar Yado Yarismano.

Sementara itu, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, mengatakan penanganan keramaian di bandara dilakukan cepat oleh seluruh stakeholder antara lain PT Angkasa Pura II, TNI, Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), Imigrasi, Bea dan Cukai, petugas ground handling, maskapai dan pihak lainnya.

Adapun keberangkatan penerbangan yang mengalami delay pada kemarin hingga sekitar pukul 12.00 WIB ada sebanyak 118 penerbangan dengan rincian 110 rute domestik dan delapan rute internasional.

"Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan sekitar 1-2 jam, namun setelah itu operasional penerbangan sudah berjalan normal," kata Agus Haryadi. (Ant/ase)