Fasilitas Nuklir Iran Diserang Teroris

Daurina Lestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Fasilitas nuklir Iran, Natanz diserang teroris dan menyebabkan padamnya listrik, kata Organisasi energi atom Iran Minggu 11 April 2021.

Insiden itu terjadi sehari setelah Iran mengatakan telah memulai sentrifugal pengayaan uranium canggih di situs tersebut, yang melanggar komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015 dengan Amerika Serikat.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran (IAEO), Ali Akbar Salehi, mengutuk tindakan yang disebutnya "sia-sia”. Dia mendesak masyarakat internasional untuk "menghadapi terorisme anti-nuklir ini", dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.

Dia mengatakan, serangan itu dilakukan oleh "penentang kemajuan industri dan politik Iran, yang bertujuan untuk mencegah perkembangan industri nuklir, tanpa menyebutkan negara atau entitas apa yang mungkin berada di balik dugaan sabotase.

Juru bicara IAEO, Behrouz Kamalvandi, sebelumnya melaporkan kecelakaan di fasilitas pengayaan disebabkan oleh "listrik padam". Tidak ada yang terluka dan tidak ada kebocoran radioaktif, kantor berita resmi Fars melaporkan, mengutip juru bicara tersebut seperti dilansir dari Channel News Asia, Senin 12 April 2021.

Kamalvandi mengatakan telah terjadi "kecelakaan di bagian sirkuit listrik fasilitas pengayaan" di kompleks Natanz dekat Teheran.

"Penyebab kecelakaan itu sedang dalam penyelidikan dan rincian lebih lanjut akan dirilis nanti," tambahnya.

Dia tidak mengatakan apakah listrik padam hanya di fasilitas pengayaan saja atau di instalasi lain di lokasi tersebut.

Radio publik Israel, Kan, mengutip sumber-sumber intelijen, melaporkan bahwa agen mata-mata Israel, Mossad, telah melakukan serangan cyber di situs tersebut. Ia juga mengatakan kerusakan di Natanz lebih luas daripada yang dilaporkan di Iran.

Fasilitas, yang terletak di gurun di provinsi tengah Isfahan, adalah pusat dari program pengayaan uranium Iran dan dipantau oleh inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB.

Seorang jurnalis siaran publik Israel, Amichai Stein, mengatakan di Twitter kerusakan di Natanz adalah akibat dari operasi cyber Israel, tanpa menjelaskan atau memberikan bukti untuk menguatkan klaimnya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pada Minggu malam bahwa "perjuangan melawan Iran dan proksinya dan upaya persenjataan Iran adalah misi besar".

“Situasi yang ada saat ini belum tentu akan menjadi situasi yang akan ada besok,” tambahnya, tanpa merinci lebih lanjut.