Fasilitas RS Lamongan dan Biak Numfor ditingkatkan, tangani COVID-19

Risbiani Fardaniah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya meningkatkan fasilitas rumah sakit (RS) di Lamongan, Jawa Timur dan Biak Numfor, Papua, untuk mendukung penanganan pasien COVID-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan selain tengah menyelesaikan pembangunan RS Akademik UGM Yogyakarta, Kementerian PUPR juga telah menerima permintaan bantuan dari Bupati Lamongan dan Bupati Biak Numfor yang disetujui oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk membangun tambahan fasilitas di dua RS daerah tersebut.

"Untuk pembangunan RS Lamongan dan RS Biak Numfor, kami telah menerima usulannya dan siap untuk melaksanakan kegiatan fisiknya. Pendanaan direncanakan berasal dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Untuk RS Lamongan saat ini sudah on progress dimulai pekerjaannya," kata Menteri PUPR dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: IDI khawatir kapasitas rumah sakit tidak mencukupi saat banyak pasien

Saat ini Kabupaten Lamongan belum memiliki rumah sakit standar untuk penanganan COVID-19. Para pasien positif ditangani di rumah sakit yang telah ditunjuk yakni RS D. Soegiri Lamongan dan RS Muhammadiyah Lamongan, serta beberapa fasilitas yang dialihfungsikan untuk menangani COVID-19 yaitu Puskesmas Karangkembang, Puskesmas Deket, dan Rusunawa.

Lahan untuk pembangunan RS COVID-19 disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan seluas 6.070 meter persegi yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, Beringin, Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Lokasi ini berjarak 132 meter dari RS Dr Soegiri Lamongan. Konstruksi dimulai pada 1 Mei 2020 dengan kebutuhan anggaran Rp33,53 miliar dan ditargetkan selesai pada awal Juni 2020. Saat ini progres pembangunan mencapai 20 persen.

Sedangkan untuk RSUD Biak Numfor diperkirakan kebutuhan biaya untuk pembangunan gedung isolasi penanganan COVID-19 sebesar Rp38,28 miliar.

Saat ini sebagai ruang isolasi sementara, RS tersebut memanfaatkan dua gedung lama yakni Gedung Kosinan dan Gedung Tropik yang berdekatan dengan gedung laboratorium.

Baca juga: Gugus Tugas: Tingkat hunian rumah sakit rujukan COVID-19 Jakarta turun