Fatin Telat Masuk Sekolah Tetap Terkena Hukuman

TEMPO.CO , Jakarta - Fatin Sidqia Lubis, finalis CX Factor, masih sebagai pelajar di SMA 97 Jakarta. Meski kini semakin tenar, siswa kelas XI ini tidak mendapat perlakuan istimewa di sekolahnya. "Sama saja, kemarin telat juga masih kita hukum," kata Gozali, wakil Humas SMA 97.

Muzayyin, Kepala Sekolah SMA 97, mengatakan bahwa pihak sekolah tetap memperlakukan fatin sama dengan pelajar lainnya. "Kebetulan anak juga biasa dan tidak sombong," katanya, saat ditemui di SMA 97, Jakarta, Kamis 7 Februari 2013.

Setelah tampil di X Factor, Fatin setidaknya sudah izin tidak masuk sekolah selama tiga hari untuk kegiatan syuting. Sampai saat ini masih aktif di sekolah, bahkan masih mengikuti ulangan bersama teman-temannya.

Tenar lewat acara X Factor, teman-temannya percaya Fatin tetap sederhana. Teman-teman Fatin di SMA 97 Jakarta, Puput, Puspa, Icha dan Nabila, mendukung penampilan Fatin yang sederhana tidak berubah. "Awas saja kalau sampai buka jilbab," kata teman-teman Fatin.

Mereka percaya Fatin tidak tergoda dengan dunia hiburan yang glamour dan gemerlap. Menurut teman-temannya, Fatin juga terlihat lebih cantik jika berhijab. Meski baru berhijab di awal masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) setahun lalu. "Fatin itu cantiknya justru pas pakai jilbab, kalau buka jilbab kita ngga kenal tuh," kata teman-temannya.

Rencananya, teman-teman Fatin akan menghabiskan waktu bersama sebelum Fatin masuk karantina. "Kita sedih Fatin Karantina. Dia yang bikin rame kalau kumpul," kata teman-teman Fatin menjelaskan.

NANDA HADIYANTI

Berita terpopuler:

Daging Impor, Luthfi-Suswono Bertemu Bos Indoguna

Diyakini Masih Hidup, Kuburan Dibongkar

Capres 2014, Jokowi Diibaratkan Sebagai Anak Macan

KPK: Ahmad Fathanah Operator Penerima Suap

Banjir, Jakarta Macet Total

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.