FBI Mata-Matai 3,4 Juta Warga Amerika

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Penyelidikan Federal Amerika Serikat atau FBI memata-matai hampir 3,4 juta warga Amerika antara Desember 2020 dan November 2021, seperti terungkap dalam laporan resmi lembaga tersebut pada Jumat.

FBI berdalih pihaknya sedang mencari peretas atau hacker asing. Namun kelompok kebebasan sipil menyebut tindakan FBI ini invasi "besar-besaran" terhadap privasi masyarakat.

FBI memata-mati 3.394.053 warga Amerika Serikat dalam periode tersebut, berkaitan dengan informasi yang dikumpulkan dengan dasar aturan untuk memata-matai warga asing. Namun aturan ini dinilai kontroversial.

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (1/5), temuan ini dipublikasikan dalam Laporan Transparansi Komunitas Intelijen Tahunan yang dirilis Kantor Direktur Nasional Intelijen (ODNI).

Laporan ini menyatakan, data elektronik dikumpulkan secara legal berdasarkan Bab 702 UU Pengawasan Intelijen Asing (FISA).

Menurut ODNI, jumlah warga AS yang diselidiki FBI meningkat daripada tahun sebelumnya. Pada periode Desember 2019 sampai November 2020, jumlah warga AS yang dimata-matai sekitar 1,3 juta.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan temuan ini merupakan penyelidikan terhadap potensi peretasan.

Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) menyebut tindakan FBI ini merupakan invasi terhadap privasi "skala besar". [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel