FBI Rilis File soal Kematian Kurt Cobain, 27 Tahun Setelah Meninggalnya Sang Vokalis

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Los Angeles - Pada 5 April 1994, Kurt Cobain ditemukan tak bernyawa di rumahnya yang terletak di Seattle, Amerika Serikat dalam usia 27 tahun. Kini, 27 tahun setelah meninggalnya sang vokalis Nirvana, FBI merilis file terkait kematian Kurt Cobain.

Seperti diketahui, Kurt Cobain meninggal dunia dengan luka tembak yang diyakini telah ia eksekusi sendiri dengan senapan. Sebuah surat bunuh diri juga ditemukan di dekat jasad sang musikus.

Namun sejumlah pertanyaan tak terjawab melingkupi peristiwa ini, bahkan muncul teori konspirasi bahwa suami Courtney Love ini dibunuh.

Salah satu orang yang bertanya-tanya soal ini, kemudian mengirim surat permohonan penyelidikan kepada FBI. Hal ini, merupakan salah satu dokumen yang disertakan dalam file 10 halaman yang baru diungkap FBI.

Pertanyaan atas Kematian Kurt Cobain

Kurt Cobain (Instagram Frances Bean Cobain -  space_witch666)
Kurt Cobain (Instagram Frances Bean Cobain - space_witch666)

Dilansir dari E! News, Minggu (9/5/2021), permohonan tersebut dikirim melalui email kepada FBI pada 2013.

"Untuk siapa pun yang menaruh perhatian, saya percaya ketidakadilan besar kemungkinan telah terjadi pada kasus Kurt Cobain. Cerita resmi dari kepolisian Seattle adalah bahwa ia mengambil nyawanya sendiri. Namun ada banyak pertanyaan dan inkonsistensi di dalamnya," tulis sang pengirim email.

Teori Pembunuhan

Kurt Cobain. (AP files)
Kurt Cobain. (AP files)

Ada pula surat lain yang diketik dan dikirim pada 2007 bahkan secara terang-terangan menuduh kejadian ini adalah pembunuhan. Dalam surat ini tertulis, "Pembunuhnya masih ada di luar sana dan sekarang, karena keburu-buruan polisi, ada kemungkinan ia membunuh korban lain."

Selain dua surat ini, ada pula surat serupa yang ditujukan kepada mendiang Jaksa Janet Reno, yang ditembuskan kepada FBI.

Jawaban FBI

Kurt Cobain. (AFP/RICHARD A. BROOKS)
Kurt Cobain. (AFP/RICHARD A. BROOKS)

Kepada pengirim dua surat yang tercantum di atas, FBI mengirim jawaban yang identik. "Sebagian besar investigasi berada di yurisdiksi negara bagian dan otoritas lokal," tulis pihak FBI.

Biro ini menambahkan, bahwa syarat untuk FBI menggelar investigasi atas permintaan yang mereka terima, adalah adanya bukti spesifik yang menjadi indikasi pelanggaran hukum federal di bawah yurisdiksi mereka.

Tak Penuhi Syarat

Ditambahkan, "Berdasarkan informasi yang Anda sampaikan, kami tidak bisa mengidentifikasi pelanggaran hukum federal dalam yurisdiksi investigasi FBI. Karena itu, kami tak bisa mengambil langkah untuk memulai investigasi dalam kasus ini."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel