FDA AS Beri Izin Penuh Penggunaan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington D.C - Regulator Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Senin (23/8) memberikan persetujuan penuh untuk vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech.

FDA, memberikan persetujuan penuh terhadap vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech untuk digunakan pada orang berusia 16 tahun ke atas berdasarkan data terbaru dari uji klinis dan tinjauan manufaktur perusahaan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (24/8/2021).

Pejabat kesehatan AS pun berharap langkah tersebut akan meyakinkan warga Amerika yang tidak divaksinasi bahwa suntikan vaksin Pfizer aman dan efektif.

Diketahui bahwa kasus COVID-19 yang didorong oleh varian Delta yang sangat menular, telah melonjak di beberapa wilayah AS dengan tingkat vaksinasi yang lebih rendah.

Saat menyampaikan pernyataannya di Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden menyebut persetujuan FDA pada vaksin Pfizer-BioNTech sebagai "momen penting dalam perjuangan kita melawan pandemi" dan mendesak lebih banyak bisnis swasta di AS untuk mewajibkan karyawan divaksinasi.

"Jika Anda salah satu dari jutaan orang Amerika yang mengatakan bahwa mereka tidak akan mendapatkan suntikan sampai mendapat persetujuan penuh dan final dari FDA, itu sekarang telah terjadi," ujar Biden.

"Sudah waktunya bagi Anda untuk mendapatkan vaksinasi Anda. Mari vaksinasi hari ini," tambah Biden.

"Tidak ada waktu untuk di sia-siakan," pungkasnya.

Sementara itu, Pentagon mengatakan sedang bersiap untuk mewajibkan vaksinasi COVID-19 bagi personel militernya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Izin Penuh Untuk Vaksin Pfizer-BioNTech Diharapkan Tingkatkan Vaksinasi di AS

Seorang pekerja medis memegang vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 di Tokyo Medical Center, Tokyo, Jepang, Rabu (17/2/2021). Jepang memulai kampanye vaksinasi COVID-19 dengan suntikan COVID-19 pertama diberikan kepada petugas kesehatan. (Behrouz Mehri/Pool Photo via AP)
Seorang pekerja medis memegang vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 di Tokyo Medical Center, Tokyo, Jepang, Rabu (17/2/2021). Jepang memulai kampanye vaksinasi COVID-19 dengan suntikan COVID-19 pertama diberikan kepada petugas kesehatan. (Behrouz Mehri/Pool Photo via AP)

Pejabat kesehatan AS berharap bahwa tindakan FDA juga akan mendorong lebih banyak pemerintah negara bagian dan lokal, serta pengusaha swasta, untuk memberlakukan mandat vaksin.

Otoritas di kota New York mengatakan akan memerlukan vaksin untuk guru sekolah umum, sementara New Jersey mengumumkan bahwa semua pekerja negara bagian harus divaksinasi pada pertengahan Oktober 2021 atau menyetujui tes COVID-19 reguler.

"Sementara jutaan orang telah menerima vaksin COVID-19 dengan aman, kami menyadari bahwa bagi sebagian orang, persetujuan FDA terhadap vaksin sekarang dapat menanamkan kepercayaan tambahan untuk mendapatkan vaksinasi," kata Janet Woodcock, penjabat komisioner FDA.

Lebih dari 204 juta orang di AS telah menerima suntikan vaksin Pfizer.

Persetujuan FDA juga memperpanjang waktu penyimpanan vaksin Pfizer dari enam bulan menjadi sembilan bulan.

Persetujuan FDA juga memudahkan dokter di AS untuk meresepkan dosis ketiga vaksin Pfizer di luar label.

Saham Pfizer naik sekitar 2,5 persen dan saham BioNTech naik lebih dari 9,5 persen.

Sementara itu, dua vaksin COVID-19 lainnya yang sudah memiliki izin penggunaan darurat - vaksin Moderna dan Johnson & Johnson - belum menerima persetujuan penuh dari FDA.

FDA memberikan otorisasi penggunaan darurat pada vaksin Pfizer untuk orang berusia 16 tahun ke atas pada Desember 2020 - langkah pertama untuk mendapatkan dukungan di AS - dan memberikan otorisasi penggunaan darurat lebih lanjut untuk warga berusia 12 tahun ke atas pada Mei 2021.

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel