The Fed Naikkan Suku Bunga, Sri Mulyani: Ekonomi AS dan Eropa akan Negatif

Merdeka.com - Merdeka.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,75 bps. Kenaikan suku bunga ini menjadi yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan suku bunga bisa membuat pemulihan ekonomi dan perekonomian Amerika Serikat dan Eropa bergerak ke arah negatif. Hal ini pun harus diantisipasi terhadap kinerja ekspor dan harga-harga komoditas di pasar global.

"Pemulihan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan AS mungkin akan negatif, pengaruhnya nanti kita harus lihat dari sisi ekspor harga komoditas," kata Sri Mulyani di SCIC, Sentul Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6).

Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan suku bunga The Fed sudah diantisipasi sejak terjadinya kenaikan inflasi. Sehingga langkah-langkah kebijakan fiskal dan moneter sudah disiapkan.

"Kenaikan (suku bunga) The Fed ini sudah kita antisipasi karena kenaikan inflasi kemarin masih tinggi. Jadi kita harus persiapkan langkah-langkah kebijakan moneternya," kata dia.

Sesuai Perkiraan Pemerintah

Dia menyebut pemerintah telah memperkirakan sinyal kenaikan suku bunga tersebut hingga 3 persen. Bahkan pembahasannya sudah masuk dalam perencanaan APBN 2023.

"Sinyal kenaikan suku bunga The Fed sudah kita antisipasi di atas 3 persen dalam perhitungan kita termasuk pembahasan dalam APBN 2023 nanti," kata dia.

Dari sisi kebijakan makro pun sudah diantisipasi. Kebijakan fiskal dan moneter akan diarahkan untuk terus menjaga momentum pemulihan acara tetap stabil. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel