Federasi Equestrian Internasional Siap Bantu Pordasi Kembangkan Berkuda di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) baru saja memenuhi undangan dari Federasi Equestrian Internasional (FEI). Dalam kegiatan bertajuk Regional Meeting Group VIII, PP Pordasi dijanjikan akan dibantu Federasi Equestrian Internasional (FEI) untuk mengembangkan olahraga berkuda di Indonesia.

PP Pordasi memenuhi undangan Federasi Equestrian Internasional (FEI) dalam Regional Meeting Group VIII yang digelar di Antwerpen, Belgia. Pordasi diwakili Ketua Umum Triwatty Marciano dan Sekjen Adinda Yuanita.

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah petinggi FEI. Sebut saja Vice President dan Chair Regional Group VIII, Jack Huang, Direktur dari FEI Solidarity, Jean-Philippe Camboulives, dan Presiden FEI, Ingmas De Vos.

Saat bertemu Pordasi, FEI menjanjikan akan memulai banyak program baru yang sangat bermanfaat dalam mengembangkan olahraga berkuda di Indonesia. Contohnya adalah edukasi Officials, edukasi tentang Stable Management, edukasi untuk judge terutama di disiplin Dressage, dan juga edukasi tentang Bio Security.

FEI berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada program-program edukasi di region ini. Ingmas De Vos disebut ingin mendorong konsep “Universality” atau “Kebersamaan” untuk olahraga equestrian dan mendukung penuh perkembangannya pada negara-negara berpotensi besar seperti Indonesia.

FEI juga akan mengagendakan beberapa workshop seperti exchange programs (program pertukaran) antarnegara-negara di region Asia Tenggara. Nantinya, program-program yang sudah direncanakan untuk Indonesia oleh FEI dengan dukungan penuh dari Region Group VIII tentunya akan memperkuat Indonesia di dunia internasional equestrian.

Bahas Asian Games 2022

Pengurus Pordasi Bertemu FEI
Pengurus Pordasi Bertemu FEI

Pordasi juga turut menghadiri rapat bersama seluruh anggota Asian Equestrian Federation (AEF). Dalam rapat tersebut dibahas mengenai persiapan equestrian di Asian Games 2022.

Pihak penyelenggara Asian Games 2022 yakni Hangzhou, China, mempresentasikan tentang persiapan Asian Games, sarana Asian Games, dan juga khususnya membicarakan tentang EDFZ (Equestrian Disease Free Zone) serta ketentuan karantina untuk kuda-kuda yang akan bertanding.

Berdasarkan hasil pertemuan sebelumnya di Lausanne, Swiss, antara Direktur Dokter Hewan FEI, Dr. Goran Åkerstrom, dengan Adinda Yuanita, FEI menyoroti kondisi permasalahan Indonesia yang tidak berstatus wilayah EDFZ. Situasi ini membuat Indonesia belum bisa dipastikan bakal mengirimkan kuda-kudanya untuk berkompetisi di Asian Games 2022.

Tunggu Kepastian

Ajang Equestrian Champions League (ECL) dipastikan kembali digelar meski pandemik COVID-19 belum selesai. (PP Pordasi)
Ajang Equestrian Champions League (ECL) dipastikan kembali digelar meski pandemik COVID-19 belum selesai. (PP Pordasi)

Meski demikian, peluang Indonesia untuk mengirimkan wakil equestrian di Asian Games 2022 belum sepenuhnya tertutup. FEI masih menunggu jawaban dari HAGOC (Hangzhou Asian Games Organizing Committee) dan keputusan dari pihak otoritas China terkait perizinan dan proses karantina kuda-kuda yang tidak berasal dari wilayah dengan status EDFZ seperti Indonesia.

Sejauh ini, Dr. Goran, mengatakan kemungkinan besar Indonesia dapat membawa langsung kuda-kudanya dari Indonesia ke Hangzhou untuk berpartisipasi di Asian Games 2022. Sinyal ini tentu menjadi kabar baik untuk Pordasi dan Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel