Federasi Sepakbola Jerman Usulkan Pembatasan Gaji di Bundesliga

Muhammad Nurhendra Saputra

VIVA – Presiden Federasi Sepakbola Jerman (DFB), Fritz Keller mengusulkan, pembatasan gaji (salary cap) di Bundesliga. Hal itu untuk membantu keuangan klub akibat pandemi virus corona COVID-19. 

Bundesliga menjadi kompetisi di Eropa pertama yang memulai kembali setelah ditunda Maret lalu. Kompetisi di Jerman kembali bergulir sejak akhir pekan lalu.

"Kami harus kembali membawa sepakbola profesional agar lebih dekat lagi kepada orang-orang. Kita harus memikirkan pembatasan gaji," kata Keller dikutip dari ESPN.

"Komisi untuk penasihat pemain dan jumlah transfer yang besar semakin membuat jengkel masyarakat dan bisa membuat sepakbola dikucilkan," tambahnya. 

Arjen Robben angkat trofi Bundesliga ke-8 dalam 10 musim bersama Bayern Munich

Menurut Keller, sepakbola di Jerman harus kritis terhadap dirinya sendiri. Keller menambahkan, krisis virus corona tersebut bisa memberikan kesempatan sepakbola Jerman untuk memperbaiki diri.

"Krisis COVID-19 menawarkan kesempatan untuk melihat ke depan memposisikan ulang sepakbola untuk melestarikan bagi generasi mendatang," jelasnya. 

"Saya melihat sepakbola memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi. Jika politik dan sain memutuskan mendukung pengujian preventif. Sepakbola memberikan kontribusi untuk keberhasilan langkah pemersatu, popularitas, logistik dan infrastruktur," katanya.  

Baca juga:

5 Pemain Termuda Peraih Penghargaan Ballon d'Or