Fenomena Bedol Desa Pemain di BRI Liga 1: Kontribusi, Durasi dan Nilai Kontrak Jadi Pemicu

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - 18 kontestan BRI Liga 1 2022/2023 mulai gencar melakukan pembenahan untuk bersaing di kompetisi kasta tertinggi yang dijadwalkan bergulir Juli mendatang.

Termasuk melepas pemain musim lalu untuk memberikan kesempatan kepada rekrutan anyar unjuk kemampuan di musim depan. Yang menarik, ada fenomena yang berbeda.

Mayoritas klub melepas pemainnya dalam jumlah besar. Tak hanya mereka yang musim lalu berkutat di papan papan bawah, para tim papan atas pun melakukan hal sama. Begitu pun dengan tiga tim promosi dari Liga 2 yakni RANS Cilegon United, Dewa United dan Persis Solo.

"Saya pikir ini fenomena wajar. Apalagi, hal ini dimungkinkan dengan durasi kontrak pemain yang rata-rata hanya semusim. Jadi tim terkesan gampang melepas pemain yang dinilai kurang berkontribusi buat tim," ujar Syamsuddin Umar, pengamat sepak bola asal Makassar kepada Bola.com, Selasa (26/4/2022).

Syamsuddin Umar yang pernah membawa PSM Makassar juara Perserikatan 1992 dan Liga Indonesia 1999/2000 ini menilai fenomena diatas bisa terjadi karena PSSI dan PT Liga Indonesia Baru belum memutar roda kompetisi dengan baik. Diantaranya, kepastian jadwal serta regulasi terkait pelatih, pemain dan perangkat pertandingan.

"Saya menilai mayoritas klub Liga 1 terkesan trauma dan cenderung cari aman atau tak ingin berspekulasi terkait anggaran. Contohnya ya itu tadi, mayoritas klub hanya memberlakukan kontrak pemain selama satu musim," tegas Syamsuddin.

Padahal, kalau mengacu klub-klub di luar negeri, melepas pemain dalam jumlah yang besar justru mendatangkan pemasukan buat mereka.

"Jadi jangan salahkan pemain yang pindah saat masih dibutuhkan klub lamanya karena tentu mereka ingin mendapatkan kontrak yang lebih menjanjikan. Intinya, kembali ke kinerja federasi dan operator Liga 1," papar Syamsuddin.

Anomali Persebaya

Syamsuddin merujuk anomali yang terjadi di Persebaya. Sejatinya, tim kebanggaan warga Surabaya itu tak harus sampai melepas 17 pemain karena pencapaian mereka terbilang baik di BRI Liga 1 2022/2023.

Dari jumlah pemain itu, ada sejumlah pemain yang berkontribusi besar buat Bajul Ijo. Diantaranya, Taisei Marukawa, Bruno Moreira, Alie Sesay, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Reva Adi Utama, Ady Setiawan, Samsul Arif, dan Arif Satria.

"Andai nama-nama itu dikontrak lebih dari semusim, Persebaya punya bargaining yang kuat dan malah mendapatkan pemasukan karena melepas pemain yang masih terikat kontrak," kata Syamsuddin.

Berbeda dengan Persebaya, Persib yang juga melepas pemain dalam jumlah besar yakni 12 pemain sedikit 'diuntungkan' dengan pemberlakuan kontrak durasi pendek. Dari ke-12 pemain itu, praktis hanya dua pemain yang berkontribusi lumayan buat Maung Bandung yakni Mohammed Rashid dan Ardi Idrus.

"Dana besar serta target juara yang diusung Persib setiap musim membuat mereka harus melakukan hal itu," tutur Syamsuddin.

Geliat Tim Papan Bawah dan Promosi

Target meraih prestasi maksimal atau tak ingin terdegradasi juga membuat tim papan bawah musim lalu juga ramai-ramai melepas mayoritas pemainnya. Seperti yang dilakukan PSM Makassar.

Meski baru mengumumkan secara resmi melepas tiga pemain yakni Hilman Syah, Ilham Udin Armaiyn dan Hasim Kipuw, sejatinya jumlah yang pergi lebih besar. Baik dengan alasan kembali ke klub asal setelah masa pinjaman berakhir atau mengundurkan diri.

Pada berbagai kesempatan, kepada awak media Makassar, CEO PSM, Munafri Arifuddin mengungkapkan manajemen berencana merombak materi tim dengan kisaran mencapai 80%. Indikasinya sudah terlihat, sejauh ini, baru dua pemain yang diumumkan bertahan yakni dua gelandang, Wiljan Pluim dan M. Arfan.

Tak ingin sekadar numpang lewat juga menjadi alasan Persis Solo dan RANS Cilegon United saat mengumumkan nama-nama pemain yang dilepas. Seperti diketahui, Persis Solo melepas 25 pemain sekaligus.

Sedang RANS Cilegon tak lagi memperpanjang kontrak 19 pemain. Satu tim lainnya, Dewa United melakukan cara berbeda dengan tujuan sama. Mereka mengumumkan perpanjang kontrak 12 pemain. Artinya, kalau mengacu setiap tim mengontrak 25-30 pemain setiap musim, berarti jumlah yang dilepas lebih besar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel