Fenomena Bungkus Night Pesta Berbalut Prostitusi

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi masih mendalami acara bertajuk Bungkus Night Vol. 2. Hasil pemeriksaan, ada makna tersirat di balik kata bungkus.

Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel, AKBP Ridwan Solpanit menyebut, bungkus diartikan oleh pihak penyelenggara sebagai hubungan intim.

"Jadi berdasarkan keterangan yang kita ambil dari mereka, yang dimaksudkan bungkus itu maksudnya hubungan badan, hubungan seks, hubungan intim gitu intinya," kata Ridwan kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Ridwan menerangkan, patut diduga pesta yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juni 2022 berbalut prostitusi.

Ridwan juga menyebut, ini acara kedua yang diadakan oleh pihak penyelenggara. Namun, berhasil dicegah.

"Iya (masuk prostitusi), tapi yang kita tangani Ini merupakan perencanaan kedua pada hari jumat, jadi dia pernah ngadain yang pertama itu tanggal 30 Maret 2022," ujar dia.

Terkait hal ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dinilai bertanggungjawab atas terselenggara acara bungkus night. Ridwan menyebut, peran-peran mereka diantara lain membuat media promosi sampai menyebarkan ke media sosial.

"(5 orang peran) mulai dari merancang, kemudian mencari orang untuk mempromosikan, ada yang juga yang dimaksud itu mengupload ke IG, baru menyebarkan kemana-mana, rangkaiannya dari situ. Jadi membuat, memvideokan kemudian mengupload ke media," ujar dia.

Ridwan mengatakan, kelima tersangka merupakan pekerja tempat Spa & Massage di kawasan Grand Wijaya. Atas perbuatannya, dijerat Undang-Undang ITE Pasal 27 dan Pasal 45.

"Jadi kita tetapkan tersangka itu karena sudah dua kali bikin acara seperti ini. Nah untuk yang saat ini masih kita dalami siapa aja yang terlibat," tandas dia. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel