Fenomena Kenaikan Tarif Cukai Rokok: Produksi Turun tapi Penerimaan Negara Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rata-rata sebesar 10 persen untuk tahun 2023 dan 2024. Namun, kenaikan tarif ini belum masuk dalam hitungan penerimaan negara dari pos cukai rokok.

Sehingga, adanya kenaikan tarif ini berpotensi menambah pemasukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

"Belum (masuk dalam penerimaan APBN 2023) karena asumsi Rancangan APBN 2023 tarif yang digunakan belum ada kenaikan," kata Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, Kementerian Keuangan, Made Arya Wijaya saat ditemui di Hotel Swiss-Belinn, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/11) malam.

Biasanya kata Made, kenaikan tarif cukai rokok ini akan berdampak pada penerimaan yang meningkat. Padahal dari sisi produksi rokoknya mengalami penurunan.

"Misalnya sebelum kenaikan tarif, produksinya 3 miliar batang. Pas tarifnya naik, produksi turun tapi perolehan cukainya ini tetap naik," kata dia.

"Dari penerimaan agregatnya ini bisa naik, dari pengalaman kita selama ini seperti itu," sambungnya.

Dia pun tak habis pikir dengan fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia. Mereka rela mengurangi konsumsi barang lain asalkan bisa membeli rokok. "Anehnya warga kita ini mereka kurangi konsumsi lain yang penting buat beli rokok," kata dia.

Made mengatakan biasanya dari total target penerimaan dari pos bea dan cukai, sebanyak 70 persennya berasal dari cukai.

Target Pemerintah

Sebagai informasi, dalam APBN 2023 pemerintah menargetkan penerimaan cukai sebesar Rp245,45 triliun. Dari angka tersebut, ditargetkan penerimaan dari CHT sebesar Rp232,6 triliun. Naik 10,8 persen dari target tahun 2022 sebesar Rp209,9 triliun.

Made mengatakan, kenaikan tarif ini berlaku mulai tahun depan. Walaupun baru ditetapkan kebijakannya pada hari Kamis (3/11) lalu, aturan tertuliskan akan segera rampung pekan depan.

"Ini baru kemarin diputuskan dan PMK baru segera dibuatkan dan minggu depan harus jadi," kata Made.

Di sisi lain tantang terbesar dari kenaikan CHT yakni beredarnya rokok ilegal. Rokok ilegal yang dimaksud berupa tarif cukai yang tidak sesuai dan penggunaan pita cukai palsu.

"Makanya ini pengawasan harus ditingkatkan," pungkasnya. [idr]