Fenomena Koruptor Mendadak Sakit

Merdeka.com - Merdeka.com - Tersangka korupsi lahan sawit PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Surya Darmadi terlihat memakai kursi roda, Kamis (18/8) sekira pukul 13.52 Wib. Alhasil, pemeriksaan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dihentikan.

Padahal, Surya Darmadi saat tiba di Kejagung sekira pukul 10.35 Wib ia terlihat bisa berjalan, belum menaiki kursi roda.

"Dihentikan sementara untuk pemeriksaan medis. Ya benar (sakit) kita lakukan pengecekan medis," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Di tengah pemeriksaan, kata Ketut, Surya Darmadi mengeluh sakit di bagian dada.

Kejadian koruptor mendadak sakit bukan kali pertama. Menengok ke belakang, beberapa pelaku korupsi juga mendadak sakit saat pemeriksaan KPK.

Berikut rangkuman merdeka.com Koruptor yang mendadak sakit:


Reporter Magang: Michelle Kurniawan

Nur Mahmudi

rev1
rev1.jpg

Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail terlibat kasus korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran jalan di Jalan Nangka Depok. Dia ditetapkan tersangka oleh Penyidik Polres Kota Depok. Dia sempat mangkir dari jadwal pemeriksaan beralasan sakit pada 6 September 2018. Dari keterangan mantan staf pribadinya Tafi, Nur mengalami lupa ingatan. Kondisi itu diakibatkan saat kliennya terjatuh saat bertanding bola voli pada 18 Agustus sebelumnya.

"Pada saat sedang bermain Voli dengan warga sekitar. Tiba-tiba jatuh dan terbentur kena kepala belakang," ungkap Tafi (28/8/2018).

Nur pun meminta pemeriksaannya diundur beberapa waktu.

Nunun Nurbaetie

rev1
rev1.jpg

Istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini ikut tersandung kasus suap cek pelawat. Nunun mengaku dirinya menderita penyakit lupa akut dan harus berobat ke Singapura. Kepergiannya ke luar negeri ini sebagai upaya kabur. Hingga akhirnya ditangkap di Thailand dan menjadi tersangka korupsi. Pada 20 April 2012 lalu, dia tidak hadir pemeriksaan KPK dengan alasan sakit.

Penyakitnya ini juga membuat Nunun sering berdalih lupa saat dimintai keterangan di persidangan. Misalnya ketika ditanya pertama kali kenal dengan mantan Deputi Senior Gubernur BI yang turut tersandung kasus sama. Nunun mengaku lupa.

"Tidak ingat yang terhormat Pak Jaksa," ujar Nunun.

Persoalan sakit lupa Nunun terus berlarut selama satu tahun. Penyakit lupa Nunun kembali kumat saat menjadi saksi di persidangan lanjutan Miranda Swaray Goeltom dalam kasus yang sama dengannya. Dalih lupa Nunun membuat hakim geram hingga melontarkan teguran.

"Ini bagaimana, saksi kok banyak tidaknya," tegur Hakim Guszrial saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 3 September 2012.

Anas Urbaningrum

rev1
rev1.jpg

Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum terjerat kasus korupsi wisma atlet Hambalang. Saat menjadi tersangka, dirinya mengaku menderita sakit gigi sejak ditahan pada Januari 2014. Akibat sakit tersebut, Anas irit bicara saat menjalani pemeriksaan di KPK.

"Hari ini agendanya pemeriksaan Anas, tapi ada masalah, Anas sakit gigi. Sudah dibawa ke dokter 5 hari kambuh lagi," ujar pengacaranya Adnan Buyung (21/2/2014).

Surya Darmadi

Teranyar, Surya Darmadi ikut meramaikan jajaran koruptor yang berdalih sakit. Koruptor kelas kakap dalam kasus PT Duta Palma ini dikabarkan masuk rumah sakit ketika menjalankan pemeriksaan pada 18 Agustus 2022. Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Supardi.

"Masih (di ICU). Sementara kita bantarkan," tuturnya di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (18/8).

Setya Novanto

rev1
rev1.jpg

Kasus Setya Novanto mungkin masih membekas di ingatan publik. Dia tersandung tindak pidana korupsi e-KTP. Kala baru ditetapkan sebagai tersangka, Novanto sempat beralasan sakit untuk menghindari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kabar sakit Novanto disampaikan langsung oleh Sekjen Partai Golkar Idrus Marham pada 11 September 2017. Dia mengatakan, Novanto perlu dirawat di rumah sakit karena masalah penyakit dalam.

Foto Novanto terbaring di kamar rumah sakit beredar di media sosial. Lantas mengundang reaksi dari pejabat hingga politisi, termasuk Koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai. Dia janggal melihat foto tersebut. Sebab monitor tidak menunjukkan gerakan.

"Ya anda bisa lihat saja kan, berarti gini, monitornya tidak berfungsi kan," komentar Yorrys (28/9/2017).

Rupanya drama sakit mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini belum berakhir. Pada 16 November tahun yang sama, Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan. Sebelumnya, dia beberapa kali tidak hadir pemeriksaan KPK. Akibat kecelakaan, kuasa hukum Novanto kala itu Fredrich Yunadi menyebut, kliennya mengalami luka parah hingga gejala geger otak. Penyebutan kalimat 'benjol seperti bakpao' bahkan sempat menjadi candaan di masyarakat.

"Di kepala bengkak, benjol besar, tangan luka berdarah. Benjol seperti bakpao," ujar Fredrich di RS Medika (17/11/2017).

Hasil penelusuran KPK, kecelakaan tersebut terbukti skenario belaka. Yakni sengaja untuk menghalangi proses penyidikan korupsi. Dokter dan kuasa hukum yang terlibat ikut ditetapkan tersangka oleh KPK.

"KPK telah menemukan bukti yang cukup sengaja mencegah dan atau tidak langsung penyidikan dalam pengadaan proyek e-KTP. KPK meningkatkan tersangka sejalan dengan dua orang tersangka yaitu FY (Fredrich Yunadi) kemudian BST (Bimanesh Sutarjo) adalah seorang dokter," kata Wakil Ketua KPK saat itu, Basaria Panjaitan (10/01/2018).

Udar Pristono

rev1
rev1.jpg

Ada kejadian lucu saat vonis perkara korupsi tersangka Udar Pristono, mantan Kadishub DKI Jakarta tahun 2015 silam. Saat itu, Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Udar 5 tahun dan denda Rp250 juta subsider 5 bulan pada Rabu 23 September 2015.

Mendengar vonis hakim, sontak Pristono gembira dan berjalan ke meja majelis hakim dan kuasa hukumnya. Vonis jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu 19 tahun penjara.

Padahal, saat itu dan hari-hari sebelumnya, Pristono menghadiri sidang dengan menggunakan kursi roda, lengkap dengan wajah lesunya.

"Kursi rodanya Pak," celetuk salah satu pengunjung sidang yang kaget melihat Pristono berjalan normal. Namun, hal itu tidak dihiraukan Pristono.

Pristono berdalih mendapat luka gigitan serangga pada kaki kirinya saat menghuni Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Luka itu, diklaim Pristono infeksi bakteri dan semakin membesar serta sulit mengering karena ia mengidap diabetes. [rhm]