Fenomena Remaja Miliki 2 Akun Media Sosial untuk Aksi Bullying

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Fenomena second account atau akun kedua yang dimiliki banyak remaja dinilai cukup meresahkan. Sebab komunitas Anti-Bullying Sudah Dong menemukan cukup banyak remaja yang mengakui kepemilikan dua akun media sosial untuk tujuan yang tidak baik seperti aksi perundungan.

Volunteer Komunitas Anti-Bullying Sudah Dong Fabelyn Baby Walean memberi saran bagi para orangtua bagaimana cara untuk menangani anak yang sudah terlanjur melakukan aksi bully lewat akun kedua. Bisa menjadi akun anonim atau nama lain yang tujuannya sama-sama untuk perundungan.

"Kami selalu bilang pada mereka, itu sesuatu yang salah. Kalian mau bully seseorang tapi enggak mau nunjukin diri dan cuma berani di belakang layar, itu namanya coward, enggak berani nunjukin diri kita yang sebenarnya," ujar Fabelyn saat ngobrol di kampanye Real Talk Instagram belum lama ini.

Memang dengan segala kemudahan yang dibuat di era teknologi sekarang ini, membuat banyak orang terkadang menyalahgunakannya. Tentu pengawasan orangtua menjadi faktor vital untuk mencegah anak menjadi pelaku bullying.

"Anak yang belum cukup usia seperti yang masih SD juga sekarang bisa dengan mudah main socmed tanpa pengawasan orangtua. Ortu harus melek dengan teknologi dan harus punya guidence untuk anak apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di medsos," lanjutnya.

Membuat Anak Nyaman Bercerita

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Syda Productions
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Syda Productions

Fabelyn juga menambahkan pentingnya membuat anak merasa nyaman untuk anak mulai bercerita tentang kegelisahan dan masalahnya setiap hari. Dan orangtua harus punya banyak akal untuk membuat anak nyaman membicarakan apa saja pada mereka, termasuk urusan punya dua akun atau isu bully.

"Biasanya karena sibuk dengan pekerjaan jadinya sulit untuk anak curhat ke orangtua, yang ada malah udah ketakutan duluan. Padahal kalau mau mengorek cerita apapun dari anak kuncinya adalah bikin nyaman, mau denger, dan bisa ngomong dengan baik lalu enggak nge-judge," tutupnya.

Simak video berikut

#ChangeMaker