Fenomena Tak Biasa Persipura di BRI Liga 1: Hanya Sekali Menang hingga Terpuruk Jadi Juru Kunci

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Ada fenomena tak biasa terjadi di BRI Liga 1. Persipura Jayapura, peraih empat trofi juara Liga Indonesia yang dikenal dengan gudang pemain bertalenta berkutat di zona degradasi dengan status juru kunci.

Tim berjuluk Mutiara Hitam ini hanya satu kali menang, dua imbang, dan sembilan kali kalah. Terakhir, mereka takluk di tangan Borneo FC dengan skor 0-1 pada laga pekan ke-12 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (18/11/2021).

Setelah laga kontra Borneo FC, pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago mengakui mental dan kepercayaan diri pemain asuhannya menurun drastis.

Menurut Jacksen, dirinya sudah berusaha membenahi kelemahan ini dalam latihan tapi belum berjalan dengan baik. "Berkali-kali saya tekankan ke pemain agar lebih berani dan banyak memegang bola. Tapi, kembali lagi ke faktor hilangnya kepercayaan diri pemain hingga membuat kesalahan tak perlu," ungkap Jacksen.

Dihubungi Bola.com, Jumat (19/11/2021), mantan pelatih Persipura, Raja Isa tetap yakin tim Mutiara Hitam bisa lolos dari ancaman degradasi. Menurut Raja Isa yang kini menangani Muktijoddha Sangsad KC, klub Liga 1 Bangladesh ini, semuanya tergantung dari keseriusan manajemen mendukung pembenahan tim.

Di mata Raja Isa, Persipura Jayapura kehilangan pemersatu dan pemimpin dalam tim seperti Eduard Ivakdalam, Jack Komboy, dan terakhir Boaz Salossa. "Memang masih ada pemain senior seperti Ian Kabes dan Ricardo Salampessy. Tapi mereka tak punya karakter sebagai pemimpin tim," terang Jacksen.

vidio:Shin Tae-yong Masih Pusing Ngurusin Latihan Passing Timnas Indonesia! - Half Time Show Bolacom

Tidak ada Pembinaan Berjenjang

Bek Persipura Jayapura, Muhammad Tahir menggiring bola saat laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/08/2021). Persipura kalah 1-2. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Bek Persipura Jayapura, Muhammad Tahir menggiring bola saat laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/08/2021). Persipura kalah 1-2. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Raja Isa menambahkan pencapaian minor Persipura di BRI Liga 1 sejatinya sudah ia prediksi ketika masih menangani tim kebanggaan masyarakat Papua itu.

"Problem terbesar di Persipura adalah terlalu mengandalkan talenta dan keberuntungan. Padahal, sepak bola sudah jauh berubah dengan mengutamakan sains dan iptek," tegas Raja Isa.

Ia mengungkap pengalamannya ketika menangani Persipura pada periode 2007-2008. Banyaknya pemain bertalenta di Papua saat itu membuat Raja Isa berani memainkan 70 persen pemain muda Papua di setiap laga Persipura.

Hasilnya terbilang baik. Persipura menghuni papan atas Liga Super Indonesia 2008 dan memunculkan pemain muda seperti Emmanuel Wanggai, Steve Bonsapia dan Titus Bonai serta mulai matangnya penampilan Boaz Salossa.

"Saat itu, masih ada Eduard Ivakdalam dan Jack Komboy yang menjadi pemimpin dalam tim," papar Raja Isa yang kontraknya diputus manajemen Persipura meski tim asuhannya masih menghuni papan atas.

Risiko Degradasi

Pemain Madura United, Kim Jinsung (kiri) dan pemain Persipura Jayapura, Israel Wamiau bersitegang dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (03/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Madura United, Kim Jinsung (kiri) dan pemain Persipura Jayapura, Israel Wamiau bersitegang dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (03/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Meski yakin Persipura selamat dari ancaman degradasi di BRI Liga 1, Raja Isa menyarankan manajemen dan masyarakat juga harus bersiap menerima kenyataan pahit.

"Saya tak ingin mencampuri urusan manajemen. Kalau mereka ingin mempertahankan Jacksen dengan alasan program jangka panjang tak masalah. Andai Persipura terdegradasi, saya prediksi Persipura hanya satu musim di Liga 2," tegas Raja Isa.

Raja Isa menilai keberhasilan tim Papua meraih emas pada PON 2020 bisa jadi fondasi awal untuk membangun tim ditambah sederet pemain lama yang dipertahankan. Selain materi pemain, Persipura juga butuh pelatih yang bisa membawa perubahan baru dalam tim.

Usulkan Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Rahmad Darmawan. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Andai manajemen Persipura tak memperpanjang durasi kerja Jacksen, Raja Isa menunjuk satu nama yang pantas menangani Persipura yakni Rahmad Darmawan yang menjadi pelatih pertama membawa tim mutiara hitam meraih trofi juara Liga Indonesia.

Di mata Raja, selain ilmu kepelatihan yang mumpuni, Rahmad juga memiliki sifat kebapakan, disiplin dan komunikatif dengan pemain.

"Saya tahu betul kerja keras coach Rahmad di Persipura. Seperti saya, Rahmad membangun tim dengan modal finansial tim yang minim. Pada periode itu, Persipura hanya melakukan persiapan di sekitar Jayapura. Beda dengan belakangan ini, Persipura selalu melakukan pemusatan latihan di Jawa," kata Raja Isa.

Seperti diketahui Rahmad membawa Persipura meraih trofi juara Liga Indonesia setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-2 pada laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, 25 September 2005.

Rahmad yang saat itu berstatus tentara aktif kemudian meninggalkan Persipura setelah ditarik kembali ke kesatuannya. Ia pun menangani Persija Jakarta di musim 2006.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel