Fenomena UEFA Nations League 2020/2021: Menanti Juara Baru

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - UEFA Nations League 2020/2021 menawarkan wajah berbeda ketimbang edisi sebelumnya. Tidak heran, tim yang sebelumnya berprestasi seluruhnya gagal mengulang performa.

Hasilnya adalah empat tim baru yang berpeluang merebut gelar UEFA Nations League. Italia, Belgia, Prancis, dan Spanyol dan bakal bersaing memperebutkan gelar.

Mereka menggantikan empat nama yang terpuruk. Sang juara bertahan Portugal gagal bersaing melawan Prancis di Grup A3.

Pada klasemen akhir, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tertinggal tiga poin di belakang Les Bleus. Defisit tersebut diderita karena Portugal kalah 0-1 dari Prancis pada 14 November.

Sementara runner-up UEFA Nations League perdana, Belanda, harus mengakui keunggulan Italia di Grup A1.

Swiss Terdegradasi

ilustrasi logo UEFA Nations League (Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi logo UEFA Nations League (Liputan6.com/Abdillah)

Dengan begitu banyak pemain kunci cedera, serta perubahan pelatih dari Ronald Koeman menjadi Frank de Boer, Belanda kalah tipis dari Italia. De Oranje hanya defisit satu poin di belakang Gli Azzurri.

Peringkat tiga sebelumnya, Inggris, tidak mampu bersaing melawan Belgia di Grup A2. Pasukan Gareth Southgate bahkan juga mesti mengakui keunggulan Denmark pada klasemen akhir.

Sementara Swiss terpuruk di A4. Jangankan mengulang capaian sebelumnya, Xherdan Shaqiri dan kawan-kawan terdampar di dasar tabel. Artinya, Swiss bakal bermain di Liga 2 pada edisi mendatang.

Seperti Portugal?

Logo UEFA Nations League. (AFP/Philippe Desmazes)
Logo UEFA Nations League. (AFP/Philippe Desmazes)

Dalam komposisi ini, Italia coba mengulang capaian Portugal. Mereka hampir pasti terpilih menjadi tuan rumah karena menjadi satu-satunya negara yang mengajukan diri. Italia mengajukan Milan dan Turin sebagai kota penyelenggara.

Patut diingat, Portugal memenangkan edisi perdana UEFA Nations League di hadapan pendukung sendiri.

Saksikan Video UEFA Nations League Berikut Ini