Ferdy Sambo Dibawa ke Mako Brimob, Ini Kata Ayah Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran etik saat penanganan awal kasus meninggalnya Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinasnya, Jumat (8/7). Dia masih diselidiki Inspektorat Khusus (Itsus) Polri dan ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, selama 30 hari sejak Sabtu (6/8) kemarin.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, mengapresiasi perkembangan ini. "Kita apresiasi kepada Pak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan permasalahan dengan gigih kasus ini," kata Samuel Hutabarat di kediamannya, Kecamatan Bahar, Kabupaten Muaro, Jambi, Minggu (7/8).

Samuel mengaku belum bisa mengomentari lebih jauh penyelidikan yang dilakukan kepolisian terkait kematian putranya. Dia memercayakan hal itu kepada tim khusus (timsus) yang telah dibentuk Kapolri.

"Ya kita tidak bisa berkomentar itu kita serahkan pihak penyidik yang dibentuk oleh Kapolri," jelasnya.

Tunggu Hasil Penyelidikan

Samuel mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan dan hasil dari penyelidikan. "Karena saat ini kita tidak bisa mendahului kerja penyelidik yang saat ini lagi bekerja keras serta kita percaya timsus yang dibuat oleh Kapolri," tambahnya.

Dia juga memaparkan sejumlah barang milik Brigadir J belum dikembalikan ke keluarga, berupa HP, laptop, kartu ATM, dan lainnya.

"Kita ketahui ya itu saja, tapi kita ketahui kalau hp milik anak kami saat ini lagi di tangan penyidik untuk bahan penyelidikan," tutupnya.

Reporter: Hidayat. [yan]