Ferdy Sambo Minta Maaf, Keluarga Brigadir J Tak Disebut

Merdeka.com - Merdeka.com - Irjen Ferdy Sambo membacakan surat permohonan maafnya seusai dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan dari anggota Polri oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Dia dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran terkait kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Permohonan maaf itu dibacakan Ferdy setelah mendapatkan izin dari pimpinan sidang KKEP.

"Mohon izin ketua dan majelis hakim Komisi Kode Etik Polri, izinkan kami menyampaikan tembusan permohonan maaf tertulis kepada senior, rekan sejawat anggota Polri atas perilaku pelanggaran kode etik yang sudah kami lakukan menyebabkan jatuhnya kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri. Surat ini sudah kami sampaikan kepada bapak Kapolri," kata Ferdy Sambo di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/8) dini hari.

"Dibacakan sekarang," kata Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri yang memimpin sidang.

"Siap," jawab Ferdy Sambo.

Isi Permintaan Maaf Ferdy Sambo

Ferdy Sambo kemudian membacakan surat permintaan maaf yang sebelumnya sudah beredar di media. Berikut permintaan maafnya:

"Permohonan maaf kepada senior dan rekan perwira tinggi perwira menengah perwira pertama dan rekan Bintara.

Rekan dan senior yang saya hormati dengan niat yang murni. Saya ingin menyampaikan rasa penyesalan dan permohonan maaf yang mendalam atas dampak yang muncul secara langsung pada jabatan yang senior, dan rekan-rekan jalankan dalam institusi Polri, atas perbuatan yang saya lakukan.

Saya meminta maaf kepada para senior, dan rekan-rekan semua yang secara langsung merasakan akibatnya. Saya mohon permintaan maaf saya dapat diterima dan saya menyatakan siap untuk menjalankan setiap konsekuensi sesuai hukum yang berlaku.
Saya juga siap menerima tanggung jawab dan menanggung seluruh akibat hukum yang dilimpahkan kepada senior rekan-rekan yang terdampak.

Semoga kiranya rasa penyesalan dan permohonan maaf ini dapat diterima dengan terbuka dan saya siap menjalani proses hukum ini dengan baik sehingga segera mendapatkan keputusan yang membawa rasa keadilan bagi semua pihak. Terima kasih semoga tuhan senantiasa melindungi kita semua. Terima kasih Yang Mulia."


Setelah membacakan surat permohonan maaf itu Ferdy Sambo menyerahkan surat di dalam map berwarna merah itu ke majelis hakim kode etik.

Pernah Sampaikan Belasungkawa

Dalam permintaan maaf ini, tidak satu pun terucap kata permintaan maaf dari Ferdy Sambo kepada keluarga Brigadir J.

Sebelumnya, Ferdy Sambo memang pernah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir J. Namun tidak ada permintaan maaf.

"Saya juga sampaikan belasungkawa meninggalnya Brigadir Yosua semoga keluarga diberi kekuatan," kata Sambo seusai diperiksa di Bareskrim, Kamis (4/8).

"Namun, semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan Yosua kepada istri dan keluarga saya," lanjutnya ketika itu.

Tidak adanya permintaan maaf dari Ferdy Sambo kepada Brigadir J dan keluarganya menguatkan pertanyaan soal motif pembunuhan itu. Apa yang membuat Ferdy Sambo marah besar sehingga merasa pantas membunuh ajudannya itu? [yan]