Ferdy Sambo Minta Perlindungan untuk Istri dan Bharada E, Ini Penjelasan LPSK

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, pihaknya mendapatkan permintaan perlindungan dari Irjen Ferdy Sambo untuk istri dan Bharada E. Permintaan ini disampaikan pada 13 Juli 2022.

"Iya, Pak Ferdy Sambo sendiri. Iya waktu itu tim LPSK ketemu Pak Ferdy Sambo, jadi tanggal 12 itu berita ramai. Kemudian LPSK berkoordinasi minta keterangan-keterangan ke Polres Jakarta Selatan, sama Polres Jakarta Selatan kemudian dipertemukan dengan Pak Ferdy Sambo," kata Hasto saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/7).

"Nah dalam kesempatan itu Pak Ferdy Sambo minta perlindungan, memintakan perlindungan untuk istri dan Bharada E gitu. Jadi waktu itu kemudian mereka menyampaikan permohonan, tetapi sampai sekarang permohonan itu tidak bisa ditindaklanjuti," sambungnya.

Istri dan Ajudan Tidak Kunjung Hadir

Menurutnya, tidak bisanya dilanjutkan permohonan itu dikarenakan pemohon belum menemui pihak LPSK setelah permintaan perlindungan, baik istri Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E.

"Bu Putri katanya masih shock belum bisa memberikan keterangan. Bharada E juga, ini kan dinamikanya sangat kenceng ya, jadi mungkin sibuk untuk ke Komnas HAM lah apa gitu," ujarnya.

Ia menyebut, pihaknya telah menjadwalkan agar keduanya datang pada Rabu (27/7). Akan tetapi, mereka tetap tidak hadir ke LPSK.

"Ya datang malah dari Brimob, Brimob Kelapa Dua kesatuannya. Bharada E katanya sudah ditarik ke Brimob, makanya kemudian Brimob yang datang. Kami menitip pesan tolong sampaikan ke Bharada E itu kalau bisa segera ke LPSK supaya kita bisa mulai bekerja," sebutnya.

"Saya sendiri enggak ketemu, tetapi ya (ada sampai 10 orang), saya enggak tahu persis. Enggak-enggak, cuma dari komandannya perwakilan," tambahnya.

Selain itu, ia menjelaskan, pertemuan awal antara LPSK dengan Irjen Ferdy Sambo dilakukan di kediaman Sambo. Kendati demikian, ia tak menjelaskan secara pasti lokasinya, dengan alasan bukan dirinya yang menemui langsung.

Tidak Tahu Status Putri dan Bharada E

Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih belum bisa bekerja terkait permintaan tersebut. Baik istri dari Irjen Ferdy Sambo maupun Bharada E belum juga hadir ke LPSK.

"Belum (bekerja), kita belum tahu. Apakah mereka berdua ini betul saksi atau korban, atau saksi korban, kita belum tahu status hukumnya. Padahal itu perlu, sebagai syarat untuk memberikan perlindungan. Yang kedua apakah ada ancaman atau tidak, kita juga belum tahu. Tapi kalau ada ancaman kan pasti akan segera datang ke LPSK," tegasnya.

"Iya, jadi kita belum bisa lakukan investigasi maupun asesmen. Investigasi, itu pendalaman perkaranya secara substantif. Asesmen itu untuk melihat apakah perlu bantuan rehabilitasi psikologis atau medis atau gitu lah," sambungnya.

Ada Batas Waktu

Ia memaparkan, terkait permintaan perlindungan ini mempunyai batas waktu hingga satu bulan. Apabila mereka ingin meminta perlindungan namun waktunya sudah lewat, maka harus membuat permohonan yang baru.

"Kalau satu bulan investigasi enggak bisa dilaksanakan, dan itu bukan karena LPSK-nya ya. Karena situasi atau pemohonnya sendiri yang ini ya kita anggap tidak kooperatif. Karena, untuk menentukan seseorang bisa dilindungi atau tidak itu kan LPSK harus tahu persis. Apakah status hukum yang bersangkutan ini di dalam satu perkara pidana apakah saksi, apakah korban, apakah saksi korban," paparnya.

"Nah ini sampai sekarang kita belum jelas, mereka ini apa. Yang kedua apakah kesaksiannya signifikan dalam proses peradilan pidana, sejak penyelidikan, penyidikan sampai ke pengadilan itu ya, itu cukup signifikan. Apakah ada ancaman, ancaman ini menurut saya juga tidak terlalu faktual. Karena kalau ada ancaman pasti akan segera ke LPSK kan, dan yang tidak kalah penting permohonan ke LPSK itu kan harus didasari dengan itikad baik," tambahnya.

Menurutnya, jika tidak adanya itikad baik maka akan mereka tolak. Apabila sudah memberikan perlindungan, LPSK akan mereka hentikan perlindungan tersebut.

Dia menegaskan LPSK tidak masuk ke substansi perkara. "Jadi kita hanya memberikan pelayanan perlindungan kepada saksi dan korban, agar mereka berani memberikan kesaksian di dalam proses peradilan itu dan merasa terancam, tidak terintimidasi, bisa bebas memberikan pernyataan," ungkapnya.

"Sehingga, harapannya terungkap hingga proses peradilan secara baik, hingga tercapai keadilan, itu tugasnya LPSK," tutupnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel