Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E Bakal Bertemu Hari Ini

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat memasuki babak baru. Setelah menetapkan lima tersangka, polisi akan menggelar reka ulang atau rekonstruksi kasus tersebut.

Rekonstruksi digelar hari ini di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri RT 5/RW 1, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan rumah pribadi jenderal polisi bintang dua tersebut di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Rekonstruksi bakal menghadirkan lima tersangka.

Lima tersangka itu yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR, dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Jika benar semua tersangka hadir, maka ini momen pertama kalinya Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E bertemu di waktu bersamaan setelah penembakan terhadap Brigadir J dilakukan pada awal Juli lalu.

Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E Hadiri Rekonstruksi

Kuasa Hukum Keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis memastikan, dua kliennya itu akan hadir menjalani rekonstruksi, baik Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"(Ibu PC dan FS) InsyaAllah akan hadir," kata Arman saat dihubungi, Senin (29/8).

Hal senada dikatakan pengacara Bharada E, Ronny Talapessy. Dia mengatakan, Bharada E siap untuk menjalani rekonstruksi. Namun dia akan lebih dulu berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) terkait kehadiran kliennya saat rekonstruksi. Mengingat Bharada E berstatus Justice Collaborator.

"Pada prinsipnya siap, cuma kita akan kordinasi dengan penyidik dan LPSK," ujar Ronny.

LPSK menyatakan siap memberikan perlindungan kepada Bharada E. LPSK segera menjalin komunikasi dengan penyidik tim khusus (timsus) Polri untuk mengantisipasi potensi ancaman yang membahayakan keselamatan Bharada E.

"Jika memang akan dilakukan rekon dan dihadirkan, maka yang bersangkutan tentu akan mendapatkan pengamanan dan pengawalan dari kami," kata Juru Bicara LPSK, Rully Novian saat dihubungi.

"Tentu ada teknis-teknis yang bisa di koordinasikan dengan penyidik," ujar dia.

Rekonstruksi untuk Perjelas Konstruksi Pembunuhan Brigadir J

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, rekonstruksi dibutuhkan untuk memperjelas konstruksi peristiwa insiden berdarah pada awal Juli 2022 lalu. Menurut Dedi, Bharada E akan memperagakan secara langsung apa-apa yang dilakukannya saat konstruksi digelar sehingga jaksa yang juga hadir mendapat gambaran lebih jelas dari setiap kejadian pada hari itu.

"Agar JPU mendapat gambaran fakta di TKP," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu (27/8).

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait dengan rencana rekonstruksi kasus tewasnya Brigadir J. Selain itu, dari pihak Kejaksaan Agung atau Jaksa Penuntut Umum (JPU) nantinya akan mendampingi dalam rekonstruksi.

"Nanti ketua timnya didampingi beberapa Penuntut Umum," kata Ketut saat dihubungi, Senin (29/8). [gil]