Ferdy Sambo sampai Pukul Tembok saat Cerita Skenario Bohong ke Kanit Reskrim

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Rhekynellsom Soplanit mengaku melihat Ferdy Sambo memukul tembok dengan keras. Pasca kasus kematian Brigadir Yosua Nofriansyah Hutabarat Juli lalu.

Pengakuan Ridwan Soplanit diungkap saat memberikan keterangan sebagai saksi dengan terdakwa Irfan Widyanto dalam sidang Obstruction of Justice (OOJ) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (3/11).

Berawal dari Soplanit yang menjelaskan kondisi di Duren Tiga, Jakarta Selatan, lokasi penembakan Brigadir J. Dia melihat mayat Brigadir J lalu ada beberapa lubang di dinding bagian dekat tangga. Serta selongsong peluru yang berserakan di lantai.

Soplanit mendapat keterangan dari FS yang disampaikan dari ajudannya yakni Richard Eliezer alias Bharada E.

"Saat dia (FS) sambil menjelaskan, kemudian pada saat dia menunjukkan ke arah pintu kamar, bahwa 'ini sebenarnya ini kejadian akibat dari istri saya dilecehkan'," cerita Soplanit.

"Ini istri saya dilecehkan dan peristiwa ini juga sebelumnya di Magelang. FS sempat sampaikan itu," lanjut Ridwan.

Kemudian, Ridwan mendengarkan cerita FS yang kala itu tangan kanan Sambo memukul keras tembok di dekatnya. Sambil menyenderkan kepalanya di tembok.

"Dan dia kembali lihat saya. Saya lihat FS matanya sudah berkaca-kaca seperti sudah mau menangis. Tampak sedih," ujarnya.

"Setelah itu saya menyampaikan kepada FS bahwa 'mohon izin jenderal saya harus segera panggil tim olah TKP saya'," tutup Soplanit.

Belakangan diketahui, tidak ada tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E di rumah Duren Tiga tersebut. Dalam penyelidikan, polisi mengungkap, Brigadir J ditembak tanpa perlawan oleh Bharada E atas perintah Ferdy Sambo. [rnd]