Ferdy Sambo Tepuk Tembok saat AKBP Ridwan Lihat Jenazah Brigadir J Bersimbah Darah

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit bersaksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriyansah Yosua Hutabarat. Ridwan menjelaskan soal kronologinya menjadi orang pertama yang melihat kondisi Yosua yang meregang nyawa.

"Saya lihat jenazah (masih) bersimbah darah, posisi badan telungkup," kata Ridwan saat menjawab pertanyaan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11).

Hakim lalu menunjukkan foto pertama jenazah Yosua di muka sidang.

"Apa seperti ini posisinya?" sambil menunjukkan foto.

"Benar Yang Mulia," jawab Ridwan.

Tak Tahu Insiden Penembakan

Ridwan mengaku tidak tahu menahu soal adanya insiden tembakan di lokasi kejadian yang hanya bersebelahan dari tempat tinggalnya. Dia mengaku tidak mendengar suara tembakan apa pun pada rentang waktu kejadian karena tengah tertidur.

"Pukul 17.30 WIB dengar bunyi telepon dari driver saya ada 4 kali, namanya Audi. Dia menyampaikan saya dipanggil Kadiv Propam. Saya cuci muka selang 3 menit Audi telpon lagi, saya bilang sebentar. Jadi saya tidak menghubungi dan dihubungi (oleh para terdakwa) tapi oleh Audi driver saya," jelas Ridwan.

Pukul 17.35 WIB, Ridwan mengaku tiba di rumah TKP. Dia mengaku belum tahu apa-apa pada saat tiba. Namun dia sempat melihat sejumlah terdakwa, seperti Ferdy Sambo, Kuat Maruf dan Richard Eliezer. Hanya Ricky Rizal yang dia tidak lihat di tempat kejadian perkara.

"Semua berdiri, semua suasana diam saja saya masuk ke garasi bagian dalam. Saat saya datang Ferdy Sambo berbalik badan lalu saya disuruh ikut. Saya tidak tahu, dia bilang Kasat ikut saya. Lalu masuk lewat pintu dapur," jelas Ridwan.

Ridwan mengungkap, saat diajak berbicara dengan Ferdy Sambo tidak menggenggam senjata dan tidak mengenakan sarung tangan. Sambil berjalan ke ruangan dalam rumah, Ferdy mengungkap sudah terjadi insiden tembak menembak antar ajudannya.

"Saya tidak bertanya apa-apa menuju ke depan pintu kamarnya, peristiwa tersebut terjadi terhadap Yosua karena melecehkan istri saya," kata Ridwan menirukan ucapan Ferdy Sambo kepadanya.

Menurut Ridwan, di TKP, sambil melihat jenazah yang sudah bersimbah darah, Sambo mendadak menepuk tembok sangat kencang dan membuatnya kaget.

"Dia (Ferdy Sambo) menepak tembok agak kencang saya kaget, dia bilang peristiwa itu terjadi di Magelang," urai Ridwan menutup.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono/Liputan6.com

A.

[gil]