Ferrari bantah rumor soal pemecatan bos tim Mattia Binotto

Ferrari pada Selasa mengeluarkan pernyataan yang membantah laporan media yang menyebut bos tim Mattia Binotto akan digantikan oleh Frederic Vasseur dari tim Sauber pada akhir musim ini.

Harian Italia Corriere della Sera dan Gazzetta dello Sport mengabarkan Vasseur disiapkan untuk mengambil alih posisi Binotto sebagai kepala tim Ferrari di Formula 1 pada Januari tahun depan.

"Sehubungan dengan spekulasi pada sejumlah media terkait posisi kepala tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto, Ferrari menyatakan rumor-rumor tersebut benar-benar tak berdasar," demikian pernyataan pabrikan mobil Italia itu dalam laman resminya.

Vasseur adalah kepala tim Alfa Romeo, yang dioperasikan oleh Sauber dan akan menjelma menjadi tim Audi pabrikan pada 2026.

Crash, mengutip Autohebdo menyebut kepala tim McLaren Andreas Seidl juga menjadi pengganti potensial untuk Binotto.

Baca juga: Presiden Ferrari dukung Binotto untuk rebut gelar F1 sebelum 2026

Sejak 2014, Ferrari beberapa kali mengganti kepala timnya. CEO F1 saat ini Stefano Domenicali ditendang dari tim tersebut karena start yang buruk pada era mesin hybrid V6, digantikan oleh Marco Mattiacci.

Sedangkan Binotto telah menghabiskan seluruh kariernya di Maranello dan ditunjuk sebagai bos tim Ferrari pada Januari 2019 menggantikan Maurizio Arrivabene yang mengepalai tim dari 2015 hingga 2018.

Binotto telah membawa Ferrari memenangi empat balapan pada musim 2022, namun penampilan menjanjikan di awal tahun itu dinodai oleh sejumlah blunder strategi, reliabilitas mesin, hingga kesalahan para pebalap mereka sendiri.

Sementara tim rival Red Bull merebut dua gelar musim ini, dengan juara dunia dua kali Max Verstappen memecahkan rekor 14 kemenangan dalam satu musim.

Ferrari saat ini terancam turun ke peringkat dua konstruktor karena Mercedes terpaut hanya 19 poin dari mereka menuju balapan pemungkas di Abu Dhabi.

Hubungan Binotto dengan Charles Leclerc juga semakin tegang, khususnya setelah Ferrari melakukan kesalahan yang merenggut peluang besar sang pebalap Monako menjadi juara di Grand Prix Inggris apabila ia menjalani pitstop saat Safety Car.

Baca juga: Duet Ferrari sebut balapan di ketinggian penyebab hilangnya performa
Baca juga: Mercedes 1-2 ketika Russell menangi Grand Prix Sao Paulo
Baca juga: Red Bull Racing diharapkan kawal Sergio Perez hingga finis kedua