Ferrari Siap Pertahankan Pelatih Pembalap Muda

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Nama Jock Clear mulai mencuat saat menjadi race engineer Jacques Villeneuve sampai ia merebut gelar juara dunia F1 1997 bersama tim Williams. Pada 2015, Clear bergabung ke Ferrari sebagai teknisi sirkuit senior (senior trackside engineer).

Sejak 2019, Clear menjadi pelatih Charles Leclerc. Tugas utamanya adalah membantu Leclerc dalam berkomunikasi dengan para teknisi karena pembalap Monaco tersebut baru beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Dalam sejumlah rapat terakhir, Prinsipal Tim Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, mengungkapkan peran Clear akan lebih luas di masa depan.

Clear tidak hanya akan membantu Mick Schumacher di Tim Haas F1 namun juga Robert Shwartzman, pembalap junior Ferrari yang masih turun di Formula 2.

“Jock Clear pribadi yang menyenangkan dan seorang yang sangat profesional. Ia juga sudah lama di Ferrari,” kata Binotto.

“Kami sudah banyak bicara dengan Clear dalam beberapa pekan terakhir dan ingin ia berperan lebih besar ketimbang hanya pelatih pembalap muda. Bukan hanya untuk Leclerc namun juga untuk para pembalap muda kami di Ferrari Driver Academy (FDA).”

Baca Juga:

Vettel Klarifikasi Perpisahannya dengan Ferrari Akademi Ferrari Yakin dengan Kemampuan Robert Shwartzman

Tahun depan, salah satu pembalap FDA, Mick Schumacher, akan turun bersama Haas di F1. Namun selain Mick Schumacher, masih ada Robert Shwartzman di F2 dan juga Callum Ilott yang akan menjadi pembalap penguji Ferrari yang akan berurusan dengan simulator dan latihan bebas.

“Jadi, peran Jock Clear adalah membantu para pembalap muda ini untuk mengembangkan kemampuan mereka agar mampu mengeluarkan potensinya secara maksimal,” tutur Binotto.

Peran pelatih pembalap, menurut Binotto, juga sangat penting untuk membantu evaluasi performa pembalap di trek. Juga untuk mengetahui bagian mana saja yang harus ditingkatkan untuk meningkatkan performa pembalap.

“Jock Clear mampu membuat pembalap mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Clear menilai racing line yang diambil, cara mereka mengerem di tikungan, akselerasi, dan teknik mengatur level keausan ban (tire management),” kata Binotto.

“Ia juga membantu para race engineer, teknisi di divisi performa, dan pembalap, untuk memastikan sang pembalap berkembang dengan baik.”

Mick Schumacher naik ke F1 bersama Haas setelah menjuarai F2 2020 lalu. Putra pembalap legendaris Michael Schumacher itu bergabung dengan Ferrari Driver Academy pada awal 2019.