Ferrari Terpincut Konsistensi Sainz

Kemal Şengül
·Bacaan 2 menit

Ferrari membuat keputusan mengejutkan ketika merekrut Sainz sebelum Formula 1 2020 dimulai. Secara otomatis, hal itu membuat Sebastian Vettel kehilangan tempat.

Padahal, kabar yang beredar, pabrikan Italia itu tertarik untuk menggantikan Vettel dengan Daniel Ricciardo. Carlos Sainz sendiri akan dipertahankan oleh McLaren karena menjadi kombinasi sempurna bersama Lando Norris.

Namun, tawaran menggoda dan nama besar Ferrari berhasil menggoyahkan Sainz untuk meninggalkan McLaren.

Sejak naik ke Formula 1 pada 2015, Sainz telah melakoni 118 balapan dan berhasil meriah dua podium bersama McLaren. Ia juga berhasil finis di urutan keenam dalam klasemen akhir dalam dua tahun terakhir.

Binotto menjelaskan keputusan mendatangkan Sainz sudah melewati diskusi panjang dan memantau peningkatannya setiap tahun.

“Saya yakin Carlos Sainz menjadi pilihan sempurna bagi tim kami. Prioritas kami adalah memenangi gelar konstruktor dan untuk mendapatkannya Anda harus mendapatkan banyak poin di setiap balapan. Carlos adalah salah satu pembalap paling konsisten,” kata Binotto.

Baca Juga:

Dilema Ferrari Penuhi Budget Cap Tanpa Pengurangan Staf Sainz: Ferrari Itu Real Madrid, McLaren adalah Barcelona Ferrari Minta Waktu Tambahan untuk Perampingan Tim

Ferrari, selalu kalah dalam perebutan gelar juara dunia dari Mercedes dan mereka ingin mengembalikan kesuksesan itu dengan menduetkan pembalap muda bertalenta.

Mattia Binotto yakin, Carlos Sainz akan memberikan semua kemampuannya untuk mewujudkan hal tersebut dan mencatatkan namanya dalam sejarah Ferrari.

“Konsistensi adalah hal utama yang kami cari. Carlos salah satu yang paling konsisten dengan kecepatannya yang mengesankan. Dia tahu kapan harus menyerang dan bertahan,” ujar Binotto.

“Dia juga tahu bagaimana mengelola balapan dengan baik untuk finis konsisten di zona poin. Carlos akan membantu kami mencapai hasil terbaiik dalam klasemen konstruktor.”

Tahun lalu, Carlos Sainz menjadi pemeran utama dalam membantu McLaren finis di urutan ketiga dalam klasemen konstruktor.

Sepanjang F1 2020, ia hanya gagal meraih poin dalam lima balapan dari 17 lomba yang digelar, dan sisanya ia tuntaskan dengan finis di posisi 10 besar.

“Kami telah mengalisa kecepatan Carlos. Sungguh mengesankan, dia sangat cepat dan itu ditunjukkannya saat menghadapi Lando Norris, yang mendapat hasil bagus di awal musim,” kata Binotto.

“Dia juga seorang pekerja keras. Kami mendengar semua percakapannya melalui radio untuk mengetahui bagaimana dia berkomunikasi dengan tim sebelum kami memberikannya tawaran. Dia mengatakan semua tentang pendekatannya.

“Dari sudut pandang kami, dia memiliki semua kualitas yang seharusnya dimiliki pembalap. Dia masih sangat muda, tapi memiliki banyak pengalaman di Formula1. Masa depannya masih panjang.

“Saya mulai memperhatikannya sejak 2019. Tahun lalu, kami memberikannya sebuah penawaran resmi dan dia menerimanya.”