Festival Film Bulanan digelar untuk bangkitkan kreativitas sineas

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menggelar Festival Film Bulanan untuk film pendek fiksi dan dokumenter sebagai upaya membangkitkan kembali kreativitas sineas daerah di seluruh Indonesia yang mulai bertumbuh.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan serangkaian kegiatan Festival Film Bulanan telah dilaksanakan mulai November 2021 hingga November 2022.

“Ini menjadi kabar baik buat sineas dan pelaku ekraf subsektor film. Melalui program ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat semakin terekspos, menciptakan ruang dan peluang yang lebih besar untuk kebangkitan ekonomi masyarakat di daerah,” kata Sandiaga dalam keterangan resmi, Selasa.

Sepuluh bulan masa seleksi Festival Film Bulanan 2022 mendapat respons positif dan antusiasme tinggi dari muda mudi kreatif tanah air dan telah menghasilkan 2 Film Terpilih setiap bulannya.

Sepanjang rangkaian kegiatan Festival Film Bulanan, sebanyak 1.000 komunitas film telah berpartisipasi, dan terdaftar 895 film pendek yang diperkirakan menggerakkan dan melibatkan sebanyak 26.850 tenaga kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga mengumumkan 6 Pemenang Festival Film Bulanan 2022.

Mulai dari Film Gemintang karya Gresik Movie dari Jawa Timur yang meraih penghargaan Ide Cerita Terbaik Festival Film Bulanan 2022, lalu Memorabilia karya Jogja Film Academy dari Yogyakarta meraih penghargaan Visual Terbaik Festival Film Bulanan 2022, juga Cerita di Waktu yang Salah karya Vanasea Films dari Jawa Barat yang meraih penghargaan Audio Terbaik Festival Film Bulanan 2022.

Ada juga Maramba, karya Etanan Films dari DI Yogyakarta yang berhasil memenangkan Dokumenter Terbaik Festival Film Bulanan 2022. Penghargaan Film Terbaik Festival Film Bulanan 2022 diraih oleh Film Semayam karya Maju Jalan Film dari Yogyakarta.

Untuk penghargaan khusus, Kemenparekraf memberikan Sineas Terpantang Menyerah Festival Film Bulanan 2022 atas kegigihan dan semangatnya secara terus-menerus dalam mendaftarkan karya-karyanya dan aktif berpartisipasi kepada Iwi Maharena asal Masohi, Maluku Tengah.

“Saya harap melalui kegiatan ini, Sineas Indonesia, Komunitas Film Daerah, dan seluruh pegiat film Tanah Air bisa saling bahu-membahu, berkarya, berkolaborasi menghasilkan karya dan turut andil dalam membangun pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Sandiaga Uno.

Baca juga: "Living The Silent Dream" karya anak bangsa masuk festival PAAFF

Baca juga: Penonton film Indonesia torehkan sejarah baru

Baca juga: Festival diharapkan bisa dorong ekosistem perfilman lokal