Festival Mojotirto Menandai Kebangkitan Ekonomi Pariwisata Kota Mojokerto

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Mojokerto Industri pariwisata Kota Mojokerto kembali menggeliat. Hal itu ditandai dengan berlangsungnya Pagelaran Seni dan Budaya Mojotirto yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto pada hari Senin (22/3) kemarin.

Serangkaian kegiatan dilakukan sejak pagi bertempat di bantaran Sungai Ngotok atau tepat di bawah Jembatan Rejoto. Mulai dari melarungkan sembilan mata air, menebarkan benih ikan, menanam pohon jeruk dan memberangkatkan secara langsung atlet Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kegiatan Mojotirto diselenggarakan sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan kemurahan Allah yang telah melimpahkan sumber daya alam (SDA) berupa air. Seperti diketahui, air merupakan sumber kebutuhan hidup yang sangat penting bagi semua mahluk hidup.

Festival Mojotirto ini digelar sekaligus dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret.

"Rasa syukur ini, kita implementasikan dengan memanfaatkan segala potensi yang kita miliki. Baik sumber daya alam, maupun sumber daya manusia, melalui ide kegiatan yang dikemas dalam rangkaian kenduri banyu. Yang terdiri dari, prosesi kirab, prosesi Umbul Dungo Tirto Suci, menebarkan benih ikan dan menanam buah jeruk," jelas Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Perempuan pertama di Mojokerto.

Kawasan Wisata Bahari Majapahit

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat Festival Mojotirto di Kota Mojokertjo. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat Festival Mojotirto di Kota Mojokertjo. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto)

Lebih jauh Ning Ita menjelaskan, melalui kegiatan Mojotirto diharapkan kedepannya event-event pariwisata semakin berkembang seiring dengan pembangunan Wisata Bahari Majapahit. Dimana nantinya, sepanjang aliran Sungai Ngotok akan dibangun berbagai macam wisata. Mulai dari, agrowisata, taman budaya yang lengkap dengan amfiteater, food court berdesain Kapal Majapahit, dan masih banyak lainnya.

"Tentunya, dari sekian grand design Wisata Bahari Majapahit, kami akan melakukan pembangunan secara multiyears. Sembari menunggu pembangunan fisiknya, kami telah melakukan penanaman buah jeruk sebagai agrowisata di bantaran Sungai Ngotok dengan persetujuan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas," terangnya.

Kehadiran kawasan Wisata Bahari Majapahit, diharapkan mampu menjadi pemicu bangkitnya perekonomian pada bidang pariwisata. Terlebih, pembangunan wisata tersebut selaras dengan program wisata yang mendukung dalam Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Jawa Timur se-Gerbang Kertosusila.

"Apalagi, tahun ini Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Tim Dayung Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19, dilaksanakan di Kota Mojokerto. Ini, merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Semoga ini akan membawa dampak baik pada lingkungan sekitar dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan," tandasnya.

(*)