Festival Panen Raya Nusantara dorong kesadaran konsumsi pangan lokal

M. Hari Atmoko

Konsorsium Parara akan menggelar Festival Panen Raya Nusantara (Parara) untuk mendorong kesadaran masyarakat agar menggunakan produk pangan lokal di nusantara.

"Festival Panen Raya Nusantara ini adalah ajang dua tahunan," kata Ketua Konsorsium Parara Jusupta Tarigan dalam Konferensi Pers Festival Parara 2019 di Plaza Semanggi Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Festival Parara akan digelar pada 6-8 Desember 2019 di Atrium Plaza Semanggi dengan melibatkan sekitar 29 anggota konsorsium dan mitra pendukung serta produsen-produsen pangan lokal dari Sumatera hingga Papua.

Festival Panen Raya Nusantara 2019 merupakan agenda dua tahunan yang digagas oleh Konsorsium Parara. Festival itu pertama kali diselenggarakan pada 2015.

Festival tersebut untuk mempromosikan dan menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbagai komunitas dan masyarakat adat.

Baca juga: Pangan lokal perlu dukungan kebijakan kemudahan distribusi

Produk-produk tersebut merupakan hasil upaya komunitas untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan mereka dengan memperhatikan keseimbangan antara alam dan manusia, dan berasal dari tradisi kearifan serta budaya komunitas tersebut.

Mendorong konsumsi pangan lokal nusantara adalah salah satu pesan kunci yang ingin disampaikan melalui Festival Parara 2019 tersebut.

Secara umum, kampanye pangan lokal, sehat, adil, dan lestari itu untuk berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Indonesia dengan mendorong konsumsi dan produksi pangan yang berkelanjutan oleh produsen dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah.

Melalui acara festival tersebut, Jusupta berharap, masyarakat dapat terdorong untuk mulai meningkatkan pemanfaatan produk pangan lokal sebagai sumber makanan bernutrisi dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Baca juga: Pemkot Sukabumi optimalkan produksi pangan lokal
Baca juga: Kepulauan Sula promosikan makanan lokal di Hari Pangan Dunia
Baca juga: Kehati: Konsep pangan nusantara bersumber keanekaragaman pangan lokal