FFWI dukung keragaman festival film di industri lokal

Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) kembali menegaskan akan selalu mendukung penuh keragaman festival film di Indonesia.

"Semakin banyak festival, sesungguhnya bakal semakin baik," kata Ketua FFWI, Wina Armada Sukardi, dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (24/11).

Wina menjelaskan bahwa festival film di Indonesia, harus memiliki ciri khas yang berbeda dengan festival-festival film lainnya yang menjamur di Indonesia. Dengan begitu, ekosistem perfilman Indonesia akan semakin memberikan hasil yang positif.

"Lebih banyak batu uji dan sudut pandang, sehingga membantu pemahaman terhadap perfilman Indonesia dan karya-karya film Indonesia," ucap dia.

Menurut dia, peran pemerintah dalam membantu suburnya industri perfilman di Indonesia sangat penting melalui pendanaan yang dikhususkan untuk melaksanakan berbagai festival film di Indonesia.

Meski begitu, pemerintah juga perlu melihat lebih jeli untuk memberikan pendanaan dalam pelaksanaan festival film yang kian makin beragam. Festival-festival film asing dan festival yang eksklusif diketahui tidak begitu melibatkan masyarakat luas sehingga tidak perlu mendapatkan pendanaan dari negara.

Dalam kesempatan ini, panitia FFWI juga turut menyerahkan Piala Gunungan kepada para pemenang yang tidak sempat hadir dalam acara Puncak Malam Anugerah FFWI yang berlangsung di Pusat Perfilman Usmar Ismail.

Pada tahun ini, Piala Gunungan dalam kategori film Best of The Best diberikan kepada film "Ngeri-Ngeri Sedap". Sedangkan dua piala Live Time Achievement Award diberikan kepada Deddy Mizwar dari kalangan perfilman dan Wina Armada Sukardi dari unsur sebagai wartawan.

Untuk diketahui bersama, dalam rapat yang dilaksanakan pada Kamis (24/11) malam, pihaknya juga turut membubarkan susunan kepanitiaan FFWI XII Tahun 2022 sesuai dengan masa kerja yang sudah terbentuk sejak Maret hingga November 2022.

Baca juga: Boris Bokir akui terkejut jadi pemenang di FFWI 2022

Baca juga: Daftar unggulan Festival Film Wartawan 2022

Baca juga: Juri FFWI diskualifikasi pelaku kekerasan seksual dari penilaian