FHI langsung tancap gas setelah diakui federasi hoki internasional

·Bacaan 3 menit

Federasi Hockey Indonesia (FHI) langsung tancap gas setelah ditetapkan sebagai anggota pada Kongres Federasi Hockey Internasional (FIH) ke-47 yang digelar secara virtual, Sabtu (22/5), dan keputusan tersebut diharapkan dapat mengakhiri polemik dualisme yang ada selama ini.

"FHI akhirnya diputuskan menjadi Provisional Member dalam Kongres FIH. Keputusan Kongres itu menjadikan FHI sebagai satu-satunya organisasi hoki di Indonesia yang menjadi anggota FIH," kata Ketua Umum PP FHI Brigjen TNI Yus Adi Kamrullah di Kantor KOI, FX Senayan, Jakarta, Senin.

Dengan adanya keputusan itu, maka keabsahan FHI sudah lengkap karena sebelumnya sudah tercatat sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan mendapat pengakuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Menurut Yus Adi Kamrullah, memperjuangkan FHI tidak mudah, apalagi banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk saat SEA Games 2019. Kala itu, timnas hockey gagal bertanding karena ada gugatan dari pihak Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PHSI).

"Sudahlah, tak perlu diingat lagi masa lalu. Bagaimanapun kita harus menghargai semua orang yang telah berjasa dalam membangun hoki Indonesia karena kita semua adalah keluarga besar masyarakat hoki. Yang pasti, sejarah baru hoki Indonesia sudah dimulai, dan kita harus memikirkan bagaimana prestasi olahraga hoki Indonesia bisa lebih baik lagi ke depan, dan mampu membawa nama harum bangsa dan negara pada ajang single dan multi event internasional," ujar Yus Adi Kamrullah.

Baca juga: Tim hoki dilarang tampil di SEA Games, CdM akan lapor ke CAS
Baca juga: Timnas hoki indoor Indonesia dilarang tanding di SEA Games 2019

Setelah keberadaannya diakui, FHI mulai menyiapkan tim nasional yang nantinya akan dikirim ke beberapa kejuaraan internasional. Sedikitnya ada empat kejuaraan, yakni Asia Indoor Cup Men and Women, AHF Cup Men serta AHF Cup Women dan Kejuaraan Hockey Asia di Jakarta, November mendatang.

Selain menyiapkan tim nasional, FHI juga bergerak cepat dengan mendatangkan Direktur Teknik Muhammad Dhaarma Raj Abdullah. Pria asal Malaysia yang membawa timnas Malaysia menjadi juara Asia itu diharapkan mampu memberi angin segar bagi prestasi timnas hoki Indonesia.

"Seleksi akan segera kami lakukan. Kami akan datang ke daerah-daerah. Harapan kami, prosesnya segera berjalan. Rencananya, pemusatan latihan akan dilaksanakan di Jakarta atau Bandung," tambah Sekjen FHI Yasser Arafat Suaidy.

Prestasi hoki Indonesia di bawah kepemimpinan Yus Adi Kamrullah cukup cemerlang. Pada SEA Games 2017, timnas putra dan putri Indonesia masing-masing menyumbangkan medali perak bagi. Medali perak terakhir yang diraih timnas hoki Indonesia, yakni pada SEA Games 1987.

Dalam ajang Asian Games 2018 lalu, timnas hoki Indonesia tidak mampu menyumbang medali. Namun, tim hoki putri Indonesia yang baru pertama kali tampil di ajang Asian Games itu mampu mengalahkan Kazakhstan dan Taiwan. Sedangkan timnas putra Indonesia mengalahkan Hongkong, dan secara mengejutkan mengimbangi permainan Jepang dan hanya kalah tipis 1-3, dimana Jepang menjadi juara Asian Games 2018.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengapresiasi upaya yang dilakukan FHI hingga diakui federasi internasional. Dengan kondisi tersebut, maka diharapkan tidak ada lagi dualisme, dan fokus terus pada pembinaan serta mengejar prestasi internasional.

Baca juga: 9 provinsi di cabang hockey outdoor lolos PON 2020
Baca juga: 70 atlet hoki PON Papua akan mengikuti pemusatan latihan di Malaysia