FIA: Kalender Balap F1 2021 Bisa Terdampak Covid-19

Muhamad Fadli Ramadan
·Bacaan 1 menit

Pandemi virus corona belum berakhir karena jumlah kasus positif terus menunjukkan peningkatan. Sejauh ini ada 76 juta lebih orang yang terpapar Covid-19 di seluruh dunia, dan 1,5 juta orang meninggal.

Virus yang memengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari, juga memberikan dampak besar pada dunia balap. Seperti pada tahun ini, yang mana kalender balap F1 mengalami perubahan besar-besaran.

Tahun ini, seharusnya Formula 1 menggelar 22 balapan dengan beberapa tuan rumah baru. Tapi, semua rencana berantakan setelah Covid-19 tersebar luas.

Seiring berjalannya waktu, FIA dan Liberty Media melihat ada peningkatan kasus positif virus corona yang memungkinkan kejuaraan kembali dimulai. Dengan beberapa pertimbangan, mereka memutuskan hanya menggelar 17 balapan yang dipusatkan di Eropa.

F1 hanya menggunakan 14 sirkuit berbeda untuk menggelar 17 balapan, dengan tiga trek jadi tuan rumah dua balapan. Itu terjadi karena beberapa negara tuan rumah memutuskan untuk membatalkan event tersebut.

“Pada 2020 merupakan musim di mana kami harus berpikir kreatif. Siapa yang dapat membayangkan kami bisa memiliki tiga balapan di Italia setahun lalu? Atau kami menggelar dua balapan di Spielberg, Silverstone dan Sakhir,” kata Todt kepada Motorsport.

“Kami telah bekerja keras untuk menekan jumlah peningkatan kasus positif Covid-19 di dunia balap mobil.”

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG Petronas F1 pimpin Max Verstappen, Red Bull Racing RB16 dan Carlos Sainz Jr., McLaren MCL35 saat start.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG Petronas F1 pimpin Max Verstappen, Red Bull Racing RB16 dan Carlos Sainz Jr., McLaren MCL35 saat start.<span class="copyright">Mark Sutton / Motorsport Images</span>
Lewis Hamilton, Mercedes-AMG Petronas F1 pimpin Max Verstappen, Red Bull Racing RB16 dan Carlos Sainz Jr., McLaren MCL35 saat start.Mark Sutton / Motorsport Images

Mark Sutton / Motorsport Images