FIA Larang Penggunaan Kamera 3D di Formula 1

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Racing Point dianggap mengkloning mobil Mercedes W10 yang menimbulkan kontroversi di awal tahun ini. Hal tersebut membuat para rival tidak senang karena dinilai mendapat keuntungan dari hasil meniru desain milik tim lain.

Protes yang dilayangkan Renault, membuat Racing Point terbukti secara ilegal menggunakan desain saluran rem belakang milik Mercedes. Mereka pun didenda 400 ribu euro (sekitar Rp 6,7 miliar) dan pengurangan 15 poin di klasemen konstruktor.

Di tengah kekhawatiran taktik Racing Point dapat membuka pintu bagi tim-tim lain untuk meniru hal tersebut, FIA membuat langkah lebih awal demi mencegah itu terjadi.

Kepala FIA untuk single-seater Nikolas Tombazis mengatakan: Ini akan mencegah seluruh tim menggunakan foto-foto untuk menyalin seluruh bagian mobil rival seperti yang dilakukan Racing Point.

"Kami tetap mengizinkan untuk meniru komponen yang terlihat, tapi kami tidak ingin seluruh mobil didasari salinan dari mobil lain."

Aturan teknis baru telah diperkenalkan dan dijelaskan secara rinci bahwa setiap tim tidak diperbolehkan berbagi IP dengan yang lainnya. Terutama untuk komponen yang harus dibuat sendiri.

Dijelaskan juga bahwa setiap tim bisa terinspirasi dari desain atau konsep yang diusung rival.

Namun, mereka hanya boleh melakukannya jika informasi yang digunakan tersedia untuk semua tim. Hal itu juga hanya bisa dilakukan di perlombaan dan tes terbuka yang diadakan Formula 1. Jadi, pekerjaan diluar trek dilarang sepenuhnya.

Baca Juga:

Racing Point bakal ganti nama lagi Racing Point lebih meyakinkan daripada McLaren

Untuk mencegah seluruh tim merekayasa ulang desain rival, FIA telah memberlakukan larangan ketat pada sejumlah tindakan yang sebelumnya terbuka untuk tim.

FIA menyatakan bahwa setiap tim tidak diizinkan:

a. Menggunakan foto atau gambar, yang digabungkan dengan perangkat lunak yang dapat mengubahnya menjadi titik penting, kurva, dasar mobil, atau memungkinkan geometri CAD untuk dipasangkan atau diekstraksi dari foto atau gambar.

b. Penggunaan stereophotogrammetry, kamera 3D atau teknik stereoscopic 3D.

c. Segala bentuk kontak atau pemindaian permukaan non-kontak.

d. Teknik apa pun yang memproyeksikan titik atau kurva pada dasar mobil untuk memfasilitasi proses rekayasa ulang.

Jika terdapat kemiripan besar antara komponen yang terdaftar pada mobil yang berbeda, FIA berhak menyelidiki masalah tersebut. FIA juga akan meminta tim untuk membuktikan bahwa desain tersebut dikembangkan oleh mereka sendiri.

Peraturan menyatakan: Ini akan menjadi peran FIA untuk menentukan apakah kemiripan tersebut adalah hasil rekayasa ulang atau pekerjaan independen yang sah berdasarkan aturan."

Setiap tim juga akan diminta menyediakan data dan informasi untuk membuktikan bahwa mereka patuh pada aturan dan merancang sendiri komponen dari awal.

Sementara desain Racing Point 2020 yang melanggar peraturan, akan diizinkan digunakan lagi pada tahun depan. FIA mengatakan bahwa akan ada titik batas untuk menilai apakah komponen direkayasa ulang, jadi beberapa komponen tidak perlu diubah di musim berikutnya.

Dikatakan bahwa setiap komponen suku cadang terdaftar yang digunakan pada 2019, atau gelaran pertama pada tahun ini, akan diklasifikasikan sebagai telah dirancang oleh tim dan tidak direkayasa ulang.

Namun, setiap perangkat baru yang digunakan setelah balapan pertama Formula 1 2020 harus mematuhi aturan baru.