FIA Yakin Reli Monte Carlo Bisa Diselenggarakan

Jason Craig
·Bacaan 2 menit

Reli Monte Carlo dijadwalkan pada 21-24 Januari. Namun jarak tempuh dipangkas menjadi 280 km, menjadikannya rute terpendek dalam sejarah WRC.

Dalam pengawasan ketat yang diterapkan pemerintah Prancis, Automobile Club de Monaco telah memutuskan untuk menunda shakedown, serta menghilangkan stage St Apollinaire - Embrun dari rencana awal.

Kompleksitas yang dihadapi Matton dan Jona Siebel - menggantikan Oliver Ciesla sebagai Direktur Pelaksana WRC Promoter selama musim panas - makin bertambah. Apalagi setelah Reli Swedia dibatalkan.

“Tidak ada jaminan (karena Covid-19). Tetapi saat ini kami cukup yakin Reli Monte Carlo akan terjadi,” ucap Matton yang merupakan mantan bos Citroen.

“Tentu saja akan ada kendala dan perubahan. Namun jika kami bisa mencapai event seperti ini, maka kami bisa meraih lebih banyak event lagi pada tahun mendatang, walau jelas mengecewakan bahwa Reli Swedia tidak bisa berlangsung.

“Kami telah memperhitungkan kendala yang berbeda dengan tidak ada event di luar negeri sebelum paruh kedua tahun ini, mengurangi jumlah event untuk kepentingan situasi yang saat ini dihadapi pabrikan dan karena mereka mengembangkan mobil baru untuk 2022.”

Baca Juga:

Jarak Tempuh Reli Monte Carlo 2021 Dipangkas Reli Monte Carlo 2021 Bakal Digelar Tanpa Penonton

Pada pertemuan Dewan Olahraga Motor Dunia (WMSC) FIA pekan lalu, para anggota memberikan rekomendasi untuk hanya memberikan gelar juara tim, pembalap, dan co-driver jika setidaknya setengah dari 12 seri kalender WRC 2021 dilanjutkan.

Untuk memastikan ini terjadi, enam event reli telah disebutkan dalam daftar cadangan acara kontingensi tahun depan, termasuk Reli Monza yang mendapat respons sangat positif sebagai putaran final WRC 2020.

“Mereka bekerja dengan baik untuk menghadirkan event yang benar-benar menarik dengan campuran stage di trek dan stage yang lebih tradisional di pegunungan,” kata Matton.

“Beberapa orang mengkritik bahwa reli di trek bukanlah bagian dari DNA reli. Tetapi event tersebut (Reli Monza) menyuguhkan tantangan yang sebenarnya.

“Jika, di masa depan, kami harus mengatur reli dengan cara lain, kami sekarang tahu apa yang mungkin dilakukan tanpa kehilangan DNA olahraga ini.

“Saya sepenuhnya mendukung keberagaman dan tidak memiliki event yang serupa. Masuk akal untuk memiliki satu atau dua event di kejuaraan seperti Reli Monza.”