Fiat Chrysler akan bayar denda Rp4,3 triliun terkait kasus uji emisi

Unit bisnis dari Stellantis, Fiat Chrysler Automobiles (FCA) di AS, mengaku bersalah dan akan membayar denda sekitar 300 juta dolar AS (Rp4,3 triliun) terkait dugaan kasus manipulasi uji emisi kendaraan bermesin diesel, menurut keterangan dari dokumen pengadilan Departemen Kehakiman AS.

Kendaraan tersebut antara lain model dari tahun 2014 hingga 2016 dengan lebih dari 100.000 truk pickup Ram model lama dan kendaraan sport Jeep yang dijual di Amerika Sertikat (AS).

“FCA US terlibat dalam skema multi-tahun untuk menyesatkan regulator dan pelanggan AS," kata Asisten Jaksa Agung Kenneth Polite, dikutip dari Reuters pada Minggu.

Baca juga: "NexStar Energy", perusahaan patungan LG Energy dan Stellantis

Baca juga: Stellantis hentikan operasi pabrik utama Italia

Polite menambahkan bahwa departemen akan meminta pertanggungjawaban perusahaan, tata kelola perusahaan yang baik, dan perbaikan tepat waktu.

Hakim Distrik AS Nancy Edmunds di Detroit menetapkan tanggal hukuman 18 Juli. Penyelesaian kasus tersebut termasuk penyitaan 203,6 juta dolar AS (Rp2,9 triliun) dan denda 96,1 juta dolar AS (Rp1,3 triliun).

Pemerintah setempat mencatat bahwa FCA US sebelumnya membayar denda perdata 311 juta dolar AS (Rp4,4 triliun) dan membayar lebih dari 183 juta dolar AS (Rp2,6 triliun) untuk kompensasi kepada lebih dari 63.000 orang sebagai bagian dari gugatan class action terkait masalah mesin diesel.

FCA US akan menjalani masa percobaan selama tiga tahun. Produsen mobil itu harus melakukan tinjauan awal atas kepatuhannya terhadap Undang-Undang Udara Bersih serta prosedur inspeksi dan pengujian, menyerahkan laporan, dan menyiapkan setidaknya dua tinjauan dan laporan tindak lanjut.

Departemen Kehakiman mengatakan FCA US memasang fitur perangkat lunak (software) untuk pada mesin diesel sehingga dapat lulus uji emisi. Menurut Departemen itu, perusahaan dengan sengaja mengkalibrasi sistem kontrol emisi untuk menghasilkan lebih sedikit emisi dalam kondisi mengemudi normal.

Kasus serupa juga pernah terjadi pada Volkswagen AG lima tahun lalu yang dikenal dengan skandal “dieselgate”. Saat itu, Volkswagen mengaku bersalah atas tuntutan pidana terkait kecurangan uji emisi yang mempengaruhi hampir 600.000 kendaraan.

Baca juga: Fiat Chysler bantah rencana tutup bisnis Chrysler di Jepang

Baca juga: Fiat Professional tunjuk Chuck Norris jadi duta merek

Baca juga: FCA bakal lego Alfa Romeo dan Maserati?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel