FIBA terapkan aturan baru untuk peserta liga bola basket putra ASEAN

FIBA akan menerapkan aturan baru untuk pelaksanaan liga bola basket putra Asia Tenggara yang hanya boleh diikuti klub-klub terbaik di liga profesional nasional masing-masing negara.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Nirmala Dewi setelah mengikuti rapat koordinasi FIBA Asia dengan Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) di Bangkok, Thailand, Jumat.

Pada edisi-edisi sebelumnya, kejuaraan bola basket putra antarklub di Asia Tenggara hanya diikuti klub yang berminat saja meski​​ tim tersebut bukan yang terbaik dalam kompetisi domestik.

Baca juga: Jelang liga bola basket ASEAN, CLS harus jaga konsistensi permainan

Namun dengan aturan baru itu, kompetisi antarklub ASEAN hanya bisa diikuti klub yang juga mengikuti kompetisi domestik masing-masing negara atau bisa juga tim terbaik yang ditunjuk federasi setelah menyelesaikan satu musim kompetisi.

“FIBA ingin liga ini diikuti klub-klub profesional yang ada di liga nasional. Contoh, di IBL ada klub profesional, nah mereka yang ada di IBL ini berpotensi mengikuti liga tahapan berikutnya. Dari liga nasional, naik ke liga ASEAN, liga Asia, interkontinental hingga liga dunia,” kata Nirmala dalam jumpa pers virtual diikuti dari Jakarta, Jumat.

Dengan model seperti itu, lanjut Nirmala, diyakini akan mendorong kebangkitan bola basket tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Sebab, setiap negara akan berlomba-lomba meningkatkan kualitas kompetisi domestiknya agar menghasilkan juara sejati yang bisa bersaing di level ASEAN.

Sekretaris Jenderal SEABA Agus Mauro menambahkan liga bola basket putra profesional Asia Tenggara saat ini, seperti ABL, tidak memiliki kompetisi yang berkesinambungan karena tidak ada lagi kejuaraan lain di tingkat selanjutnya.

Baca juga: CLS optimistis jalani ABL dengan pelatih-pemain baru

“Untuk bisa menjadi produk bagus harus jelas tatanannya. FIBA mensyaratkan peserta yang mengikuti liga antarklub se-ASEAN, dan kemudian ada lanjutannya yaitu FIBA Asia Champion Cup, FIBA Intercontinental Cup. Semua yang ikut harus juara dari masing-masing liga tersebut,” kata Agus menjelaskan.

Indonesia saat ini mempunyai 16 tim profesional yang tergabung dalam IBL dan mendapat jatah untuk mengirimkan empat wakil terbaiknya dalam kompetisi se-ASEAN nanti.

“Untuk teknis lanjutannya akan dibahas lagi pada Desember. Kami masih menunggu finalisasi dari FIBA,” ujarnya.