FIFA dikritik komunitas buta warna soal jersey Kamerun-Swiss

Sebuah asosiasi peduli komunitas buta warna mengkritik FIFA soal pilihan warna jersey atau seragam yang digunakan timnas Kamerun dan Swiss pada pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar, Kamis.

Color Blind Awareness, kelompok masyarakat peduli buta warna yang berbasis di Inggris mengatakan kombinasi seragam merah Swiss dengan hijau strip Kamerun akan menimbulkan masalah bagi beberapa penonton yang tidak dapat membedakan warna masing-masing tim, karena kedua warna tersebut terlihat dalam warna yang mendekati hitam.

Peraturan badan sepak bola dunia FIFA menyatakan bahwa orang buta warna harus diperhitungkan saat memilih warna jersey untuk setiap pertandingan, "jika tersedia".

Baca juga: FIFA terkesan tradisi beberes timnas Jepang di ruang ganti Piala Dunia

"Kami telah bekerja dengan FIFA sejak Piala Dunia terakhir untuk membantu menetapkan peraturan tentang warna baju," kata Kathryn Albany-Ward, kepala eksekutif Color Blind Awareness, kepada Reuters, Jumat,

"FIFA mengakui bahwa merah versus hijau akan traumatis bagi orang-orang dengan buta warna dan warna lain mengganggu itu," tambahnya.

Color Blind Awareness bekerja sama dengan UEFA selama pertandingan semifinal Euro 2016 antara Wales dan Portugal, yang berkontribusi pada penggunaan kaos alternatif untuk menghindari masalah bagi komunitas buta warna.

Baca juga: FIFA selidiki dugaan nyanyian diskriminatif suporter Ekuador
Baca juga: Gol Breel Embolo bawa Swiss menang 1-0 atas Kamerun