FIFA Terancam Rugi Rp652 Miliar Akibat Larangan Alkohol di Piala Dunia Qatar 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Federation Internationale de Football Association (FIFA) terancam rugi Rp652 miliar sebagai dampak kebijakan Pemerintah Qatar melarang penjualan minuman beralkohol di sekitar stadion. Pelarangan ini juga menimbulkan kontroversi karena dirilis 2 hari sebelum pembukaan Piala Dunia 2022 berlangsung.

"Menyusul diskusi antara otoritas negara tuan rumah dan FIFA. Keputusan telah dibuat untuk memfokuskan penjualan minuman beralkohol pada FIFA Fan Festival dan tempat berlisensi. Serta menghapus titik penjualan bir dari sekitar stadion Piala Dunia FIFA 2022 Qatar," ujar FIFA yang dilansir dari CNBC, Kamis (24/11).

Qatar sebagai negara muslim tidak sepenuhnya melarang alkohol untuk pengunjung, tetapi penjualan dan konsumsinya dikontrol dengan ketat. Alkohol biasanya hanya diperbolehkan di beberapa hotel dan restoran berlisensi khusus dan jauh dari jalanan.

Pelarangan ini berbuntut panjang karena pada penyelenggaraan piala dunia ini. FIFA memiliki kesepakatan sponsor senilai USD 75 juta dengan Bir Budweiser. Meskipun Bir non-alkohol Budweiser, Bud Zero tetap diperbolehkan dijual di delapan stadion Piala Dunia 2022.

Tetapi ini tetap berdampak pada penurunan penjualan padahal Budweiser telah menyiapkan banyak stok bir untuk pelaksanaan ajang ini.

"Otoritas negara tuan rumah dan FIFA akan terus memastikan bahwa stadion dan area sekitarnya memberikan pengalaman yang menyenangkan, terhormat, dan menyenangkan bagi semua penggemar," tambah FIFA dalam pernyataan tersebut.

Sempat Longgarkan Pembatasan Alkohol

Pada awalnya, Qatar melonggarkan pembatasan alkohol dan mengizinkan Budweiser yang telah menjadi distributor bir eksklusif Piala Dunia sejak 1986 tetap dapat berjualan di sekitaran stadion.

Ini juga yang membuat perusahaan induk Budweiser, AB InBev berencana membuat kontrak baru senilai £ 95 juta dengan FIFA sebagai sponsor resmi pada Piala Dunia 2026.

Lebih lanjut, dilansir dari The SUN, AB InBev akan mengajukan tuntutan penurunan nilai kesepakatan sebesar £ 40 juta. Sehingga kesepakatan untuk menjadi sponsor resmi pada Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko hanya menjadi £55juta. Ini tentunya membuat FIFA mengalami kerugian karena kesepakatan turun hampir setengahnya.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [idr]