FIFGroup Pastikan Relaksasi Kredit Motor Bebas Biaya

Yunisa Herawati

VIVA – Adanya wabah COVID-19, membuat banyak pemilik sepeda motor kesusahan membayar angsuran kredit mereka. Alasannya, penghasilan mereka terkena dampak dari pandemi tersebut.

Tidak sedikit yang harus kehilangan pekerjaan, karena pabrik tempat mereka bekerja tutup. Ada juga yang dirumahkan sementara, tanpa mendapat gaji. Sementara, kaum pekerja informal juga menurun pendapatan harian mereka, akibat adanya pembatasan sosial berskala besar dan larangan mudik.

Baca juga: Porsche Boyong 6 Mobil Baru ke Indonesia, Ada 'Pembuat Janda'

Salah satu lembaga pembiayaan sepeda motor, FIFGROUP mengatakan telah memberikan keringanan atau relaksasi, sesuai dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan. Jumlah nasabah yang masuk dalam daftar, mencapai lebih dari 600 ribu orang.

“Sejak April hingga 17 Mei 2020, kami telah menyetujui relaksasi senilai Rp6,663 triliun, yang dilakukan untuk 683.188 nasabah,” ujar Chief Executive Officer FIFGROUP, Margono Tanuwijaya belum lama ini.

Sepeda motor Honda

 Sementara itu, Chief of Corporate Communication and Corporate Social Responsibility FIFGROUP, Yulian Warman menjelaskan bahwa nasabah yang mendapatkan relaksasi tersebut, tidak dikenakan biaya.

“Semua dilakukan secara gratis. Sempat beredar kabar, relaksasi ini tidak gratis. Namun, kami pastikan semua program ini gratis, dan kami mudahkan semua untuk konsumen setia kami,” tuturnya saat ngobrol virtual dengan Forum Wartawan Otomotif, Kamis 21 Mei 2020.

Yulian mengaku, dari ratusan riibu konsumen yang mengajukan, tidak semua memahami apa yang disampaikan oleh pihaknya. Sehingga, salah paham menjadi hal yang wajar.

“Ada satu hingga dua letupan kecil, banyak yang belum paham. Kami coba telusuri dan diskusikan, dan kami cari jalan keluarnya. Hasilnya, konsumen paham dan meminta maaf atas salah paham,” ungkapnya.

Peluncuran Motor Honda CMX500 Rebel

“Di masa pandemi ini, kami mengutamakan terlebih dahulu kepuasan konsumen. Tentunya, ini akan sejalan dengan kinerja perusahaan, yang akan dinilai positif oleh konsumen dan juga masyarakat,” kata dia menambahkan.

Saat ditanya soal apakah ada sepeda motor yang ditarik oleh perusahaannya karena gagal bayar, Yulian menjelaskan bahwa sampai saat ini ia belum mendapat informasi terkait hal tersebut. “Kami harus melakukan pengecekan untuk itu, karena belum ada informasi terkait hal itu,” jelasnya.