FIFPro Nilai Inter Milan Peras Sneijder

Liputan6.com, Federasi Internasional Pesepakbola Profesional atau FIFPro mengeluarkan pernyataan yang mendesak klub mengakhiri pemerasan kepada pemainnya. Dalam hal ini, pemain dipaksa untuk menekan kontrak baru.

"FIFPro ingin berbicara dengan FIFA, UEFA, dan Komisi Eropa tentang langkah-langkah untuk menyesuaikan perilaku banyak klub," demikian pernyataan FIFpro seperti dilansir Football Italia, Kamis (29/11).

"FIFPro memberikan sinyal adanya pertumbuhan jumlah pemain yang berada dalam tekanan untuk memperpanjang kontrak merek," lanjut pernyataan itu. Untuk klub, sepakbola tampaknya menjadi sekadar alat bisnis. Sementara sepakbola di posisi kedua."

Menurut FIFPro, klub memaksa pemain yang kontraknya hampir habis untuk menandatangani kesepakatan baru. Jika menolak, klub bakal menempatkan pemain itu di bangku cadangan atau tribun penonton. Si pemain baru akan mendapatkan kesempatan bermain lagi jika sudah menandatangani kontrak baru.

"Dua contoh yang paling mencolok saat ini adalah Wesley Sneijder (Inter Milan, Italia) dan Fernando Llorente (Athletic de Bilbao, Spanyol)," tegas FIFpro.

Kontrak Sneijder bersama Inter akan selesai di 2015. Namun, manajemen Inter menuntut pemain timnas Belanda itu untuk memperpanjang kontraknya hingga 2016. Sneijder menolak permintaan klub. Sejak itu, pelatih Andrea Stramaccioni tak pernah memainkannya.

Sementara Llorente memiliki kontrak sampai pertengahan 2013. Musim panas lalu, pemain timnas Spanyol itu menolak untuk menandatangani kontrak baru. Setelah itu, pelatih Marcelo Bielsa memarkirnya di bangku cadangan. Llorente hanya bermain sebagai pemain pengganti.

Menurut Theo van Seggelen, Sekretaris Jenderal FIFPro, masih ada pemain lain selain Sneijder dan Llronte. "Sneijder dan Llorente bukan satu-satunya pemain," ungkap Seggelen. "Praktik seperti itu dulu tidak diizinkan. Sayangnya, hal itu kini terjadi pada sejumlah klub di negara Eropa. Bagi kami, ini saatnya memperingatkan."

"Klub menyatakan para pemain harus menghormati kontraknya, tapi bagaimana dengan sebaliknya Tak perlu mengacungkan pistol pada kepala Sneijder, kalau Dewan Petinggi Inter ingin ia meneken kontrak barunya. Klub seharusnya menawarkan kontrak dengan penuh pengertian," lanjut Seggelen.(BOG)