Filipina: Kesultanan Sulu Pilih Perang Dengan Malaysia

Liputan6.com, Manila : Konflik antara Kesultanan Sulu Filipina dengan pemerintah Malaysia masih memanas. Kedua kubu masih bersikukuh untuk mempertahankan wilayah Tanduo di Lahad Datu, Sabah.

Pemerintah pusat Filipina pun mencoba menengahi konflik dengan cara membujuk Sultan Sulu Jamalul Kiram III. Manila telah mengajak perwakilan Sultan Kiram III untuk berunding. Namun tetap tidak membuahkan hasil. Peperangan antara Malaysia dan Sulu pun terjadi.

"Kami telah mencoba segala cara yang kami bisa lakukan untuk mencegah hal ini. Tapi pada akhirnya, orang-orang Kiram (Sultan Sulu) lebih memilih kontak senjata," kata juru bicara Presiden Benigno Aquino III Ricky Carandang, seperti dilansir ABN-CBS News yang dimuat The Malaysian Insider, Selasa (5/3/2013).

Kontak senjata terakhir pada Senin 4 Maret waktu setempat. Serangan aparat keamanan Malaysia terhadap prajurit Kesultanan Sulu, Filipina, yang menduduki Sabah mengakibatkan beberapa nyawa melayang. 8 Polisi Malaysia tewas. Sementara 19 prajurit Kesultanan Sulu, Filipina, juga tewas.

Kemudian pemerintah Malaysia melancarkan operasi fajar pada Selasa pagi untuk menyisir para penyusup dari Kesultanan Sulu yang masih bermukim di sekitar wilayah Tanduo.

Media Malaysia The Star Online melaporkan, militer Malaysia telah memasuki Operasi tahap keempat. Kini pasukan Negeri Jiran tengah bergerak untuk mengamankan Kampung Tanduo.

Dalam konferensi pers pada pukul 11.30 waktu setempat, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Ismail Omar mengatakan, tak ada korban dari pihak Malaysia dalam operasi tersebut. Sementara, ada tidaknya korban dari pihak Sulu masih belum diverifikasi.

Surat Kabar ABS-CBN News di Filipina mewartakan, Menteri Luar Negeri Albert del Rosario -- yang menyambangi Kuala Lumpur Senin kemarin -- membenarkan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Dr Ahmad Zamid Hamidi dan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Sri Anifah Aman.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Filipina dengan Menlu dan Menhan Malaysia membahas upaya perdamaian tanpa kontak senjata. Pembicaraan berlangsung hingga Selasa pukul 01.00 dini hari. 6 Jam kemudian, operasi penyerbuan Malaysia dilancarkan.

Del Rosario mengakui betapa keras kepalanya prajurit Sulu. Permohonannya kepada Malaysia hingga menit terakhir untuk menuju damai tak ditanggapi.

Karenanya, pemerintah Filipina kemudian menegaskan pihaknya tidak punya pilihan selain meninggalkan nasib tentara Sulu di Sabah ke tangan pasukan keamanan Malaysia.

Juru bicara kepresidenan Edwin Lacierda mengungkap, lebih dari 200 orang bersenjata yang mengaku sebagai loyalis Sultan Sulu menolak untuk meletakkan senjata, setelah pertempuran pecah sejak Jumat pekan lalu.

"Mereka ingin menyelesaikan ini dengan persyaratan mereka. Perdana Menteri Najib Razak mengatakan, sebelum insiden terjadi, baka pwede pa pero (apapun bisa terjadi). Dan kini langkah serius telah dilakukan," tutur Edwin. (Riz)