Filipina siap dorong kerja sama dagang antara Mindanao dan Sulut

Nusarina Yuliastuti

Konsulat Jenderal (Konjen) Filipina di Manado, Sulawesi Utara, bekerja sama dengan Mindanao Economic Development Authority (MinDA) siap untuk mendorong kerja sama perdagangan antara Mindanao dengan Sulut serta kawasan timur Indonesia.

Menurut rilis dari Kedutaan Filipina yang diterima di Jakarta, Selasa, Duta Besar Filipina untuk Indonesia Leehiong T. Wee dan Konjen Filipina di Manado, Oscar Orcine berada di ibu kota Sulawesi Utara untuk menyambut Sekretaris Otoritas Pembangunan Mindanao (MinDA) Emmanuel Piñol bersama dengan sekitar empat puluh (40) pengusaha dan pejabat MinDA serta Departemen MinDA dan Departemen Perdagangan dan Industri (DTI).

Delegasi dari Filipina tersebut melakukan misi perdagangan dan bisnis ke Sulawesi Utara pada 28 Oktober hingga 1 November 2019 untuk menjajaki kerja sama di bidang pertanian, akuakultur, semen, pemrosesan kelapa dan kopi, konstruksi dan teknik, pendidikan dan pelatihan, pengolahan ikan, pembibitan unggas, penambangan emas dan nikel, layanan pengemasan, serta netralisasi dan manajemen limbah.

Baca juga: Indonesia-China tandatangani kontrak bisnis 61,4 juta dolar AS

Sementara itu lebih dari seratus pejabat pemerintah dan pengusaha Indonesia, bertemu dengan anggota delegasi Filipina untuk mengeksplorasi impor dan peluang ekspor dalam kegiatan pencocokan bisnis di Sintesa Peninsula Hotel di Manado.

Pada saat yang sama, Konsulat Jenderal Filipina di Manado juga mengirim satu tim ke Gorontalo dan tim lain ke Kota Makassar untuk memimpin delegasi bisnis yang lebih kecil ke acara-acara bisnis yang serupa.

Kedua tim tersebut melibatkan pejabat dari dinas perdagangan setempat dan pengusaha Indonesia untuk memberikan mereka peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan produk dan layanan Filipina.

Dalam kunjungan selama satu minggu itu, anggota delegasi Filipina juga mengunjungi pabrik keripik pisang, gudang semen, pabrik briket arang, pabrik kue, pabrik pemrosesan kelapa, pelabuhan kontainer, gudang jagung, pabrik obat herbal, pabrik pengalengan tuna, fasilitas pengemasan tuna segar, dan pabrik pengolahan air limbah.

Kontrak dan perjanjian yang disepakati selama misi perdagangan dan bisnis, beberapa di antaranya bisa segera direalisasikan dalam bentuk pertukaran barang dan uang sebelum akhir tahun.
Baca juga: Dipertanyakan, Rp13,8 miliar untuk kaldron SEA Games Filipina