Film 5Cm Tingkatkan Jumlah Pendaki Semeru

TEMPO.CO , Malang: Film 5Cm, yang diangkat dari novel berjudul sama, mempengaruhi tingkat pendakian ke Gunung Semeru. Selama tahun baru, jumlah pendaki Gunung Semeru mencapai 3 ribu jiwa. Mereka terdaftar di pos Ranu Pani Kabupaten Lumapang, pintu utama menuju jalur pendakian di gunung berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut.

"Pendaki melonjak 100 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari, Rabu, 2 Januari 2013.

Sebagian besar pendaki, kata dia, merupakan pendaki pemula. Mereka terpengaruh, setelah menonton film maupun membaca novel karya Donny Dhirgantoro. Namun, pendaki diminta menyertakan surat keterangan dokter untuk memastikan para pendaki dalam kondisi prima. »Sejak akhir tahun usai pemutaran film 5 cm, pendaki terus berdatangan ke Semeru," ujarnya.

Meski pengunjung ramai, para pendaki tetap dilarang mendaki ke puncak. Pendaki dibatasi maksimal hingga Pos Kalimati di ketinggian 3.000 mdpl. Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pendaki dilarang menuju kawasan kawah Jonggring Saloka. Karena aktivitas vulkanik meningkat dan membahayakan. Para pendaki diminta mematuhi aturan.

Sejumlah pendaki membandel dan menerobos naik ke puncak. Meski Balai Besar TNBTS melarang pendakian ke puncak. Bahkan beberapa bulan lalu, seorang pendaki tersesat selama empat hari. Saat ini, cuaca di Semeru sering turun hujan. Sehingga para pendaki diminta berhati-hati dan waspada. Serta membawa bekal dan bahan makanan sesuai kebutuhan. Terutama jas hujan dan pakaian tebal untuk mengusir suhu dingin.

Film 5 cm bercerita lima remaja yang menjalin persahabatan selama sepuluh tahun. Terdiri dari Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji). Selama tiga bulan mereka tak berkomunikasi dan terpisah. Muncul kerinduan, mereka bertemu kembali dan merayakan pertemuan dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan.  Mereka berlima bermimpin mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi di Jawa pada 17 Agustus.

EKO WIDIANTO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.