Film Disney Pixar, Luca Terinspirasi dari Animasi Jepang

·Bacaan 3 menit

VIVADisney Pixar baru saja merilis film animasi terbaru mereka berjudul Luca pada Jumat, 18 Juni 2021 kemarin.

Film yang tayang di plaform streaming Disney+ Hotstar ini bercerita tentang seorang anak bernama Luca dan sahabatnya Alfonso yang merupakan seorang monster laut.

Mereka memberanikan diri berpetualang bersama di musim panas di tepi kota pantai Riviera, Italia. Bersenang-senang menjelajah kota tersebut, mereka juga harus menyembunyikan identitas asli sebagai monster laut.

Dalam wawancara eksklusif bersama VIVA baru-baru ini, sutradara Luca, Enrico Casarosa menyebut bahwa film garapan terbarunya ini terinspirasi dari animasi Jepang.

"Saya suka semua film dan film itu mempengaruhi saya. Ketika saya kecil, saya tumbuh dengan animasi Jepang dan saya suka dengan karya Ayumi dan itu memberikan pengaruh besar untuk saya. Saya telah mencintai komik karyanya selama bertahun-tahun dan itu memberikan saya inspirasi," kata Enrico kepada VIVA dalam wawancara eksklusif yang dilakukan secara virtual.

Tidak hanya dari segi cerita, setting dan tampilan film ini juga dipengaruhi oleh animasi dan balok kayu Jepang.

“Kami tahu kami ingin membuat sesuatu yang berbeda dengan menggunakan beberapa titik referensi. Banyak yang datang dari animasi 2D yang saya sukai sejak kecil. Saya dibesarkan di Italia, tetapi menonton banyak kartun Jepang di tahun 1980-an,” ucapnya.

“Cetakan balok kayu penyederhanaan refleksi yang indah, misalnya sangat menarik dan cantik. Mereka tampaknya menginspirasi banyak animasi Jepang dan cat air yang saya kagumi. Jadi kami menghabiskan banyak waktu untuk melihatnya,"ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Enrico juga mengungkapkan bahwa film Luca juga cukup berbeda dengan film animasi yang telah ia garap sebelumnya. Sebagai informasi, latar tempat film ini dibuat semirip mungkin dengan kota tempat Enrico lahir dan dibesarkan di kampung halamannya di Italia.

"Jadi perbedaannya adalah karena cakupannya jauh lebih besar sehingga Anda ingin semua orang menyukainya. keluarga perlu tertawa, dan anak-anak perlu merasakan sesuatu emosi untuk dirasakan. Jadi saya merasa perlu membuat lebih banyak emosi. Itu adalah tantangan yang menarik. Hal ini juga yang membuat terasa berbeda karena mempertahankan beberapa keajaiban itu dan fantasi," kata dia.

Dalam proses pembuatan film Luca, Enrico bersama dengan timnya sempat melakukan riset langsung ke Italia tempat Enrico dan tokoh Luca lahir dan dibesarkan.

Enrico menjelaskan dirinya ingin memperkenalkan tim produksi pada aspek yang paling dihargainya, sambil membiarkan mereka menemukan karakteristik khusus. Mereka juga berjalan kaki ke garis pantai Italia sebagai bagian dari riset.

"Kami pergi dua kali. Pertama kali adalah beberapa orang dan saya bisa pergi. Saya menunjukkan mereka banyak hal dan berkeliling. Jadi benar-benar menyenangkan. Selama di sana, kita makan ini dan itu, banyak makan gelato, banyak pasta. Tetapi saya juga menunjukkan kepada mereka di mana saya dibesarkan dan menunjukkan mereka ke laut dan menunjukkan kepada mereka untuk melompat dari batu ke dalam air,” kenangnya.

Dijelaskan oleh Enrico, riset ini penting karena tim perlu merasakan esensinya sehingga mereka dapat membandingkan setiap detailnya untuk film ini.

“Sangat penting untuk pergi ke sana untuk dapat menggambarkan esensi dari tempat itu. Ini adalah tempat yang sangat istimewa. Ada pegunungan dan laut, bukit-bukit besar. Itu adalah tempat yang sangat spesifik, yang perlu kami alami bersama, baik untuk membangun tim maupun untuk lapisan detail yang dapat kami tambahkan ke film kami," kata Enrico.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel