Film-film natal akhirnya tampilkan pasangan sesama jenis

·Bacaan 3 menit

Los Angeles (AFP) - Ketika agen Jonathan Bennett menelepon tentang peran utama romantis dalam film Natal baru, reaksi pertama aktor tersebut adalah "Hebat, siapa aktrisnya?"

Meskipun Bennett gay, mantan bintang "Mean Girls" ini terbiasa memainkan peran sebagai pria heteroseksual sebagai lawan main aktris Hollywood - terutama dalam genre film liburan yang konservatif dan rutin.

"Ada jeda, dan mereka berkata 'Jake.' Aku terkejut! " Bennett mengenang sambil tertawa.

"Ini akhirnya terjadi." "The Christmas House", yang dirilis bulan lalu, adalah film Natal pertama dari Hallmark Channel yang secara mencolok menampilkan pasangan gay - karakter Bennett, Brandon dan suaminya Jake (Brad Harder) yang sedang mencoba untuk mengadopsi seorang anak.

Ini adalah salah satu rangkaian terobosan dari alur cerita pasangan sesama jenis yang muncul dalam film Natal terkemuka tahun ini, termasuk "Happiest Season" dari Kristen Stewart, yang telah memecahkan rekor pemutaran perdana untuk layanan streaming Hulu.

"Rasanya seperti bagian dari kemajuan," kata Bennett kepada AFP.

"Saya membayangkan apa yang akan saya pikirkan ketika saya lebih muda, duduk di sana menonton film yang memiliki karakter yang mirip dengan saya, yang berada dalam hubungan seperti yang saya inginkan ketika saya bertambah tua. Itu sangat penting."

Dalam tren yang dijuluki "Natal paling gay yang pernah ada" oleh situs budaya pop Decider, Lifetime bulan ini juga merilis "The Christmas Setup" dan Paramount menayangkan "Dashing in December."

Keduanya menampilkan romansa sesama jenis. Film Stewart "Happiest Season" telah menarik perhatian paling banyak, berkat pemeran bertabur bintang yang juga termasuk Mackenzie Davis, Alison Brie, Aubrey Plaza dan Dan Levy.

Sutradara Clea DuVall, seorang gay, mengatakan dia "tidak pernah melihat pengalaman saya sendiri terwakili" dalam film liburan, dengan karakter LGBTQ biasanya ada "di latar belakang" jika mereka dimunculkn.

Diproduksi oleh Sony dan dijual ke Hulu karena pandemi membuat bioskop tutup, film ini mengklaim sebagai film komedi romantis liburan pertama tentang pasangan sesama jenis dari studio besar Hollywood.

Bahkan ketika representasi gay di Hollywood telah meningkat - terutama di seluruh acara streaming baru film Natal - film dengan plot yang gampang ditebak tapi sangat populer yang diproduksi oleh perusahaan seperti Hallmark sampai sekarang menjadi sesuatu yang menarik.


Tahun lalu, saluran yang berorientasi pada keluarga itu dikecam oleh kelompok LGBTQ setelah menyerah pada tekanan konservatif dengan menghapus iklan untuk perusahaan pernikahan yang menampilkan pasangan sesama jenis berciuman di altar.

Setelah awalnya menyebut iklan itu sebagai "gangguan," Hallmark memulihkan iklan tersebut dan meminta maaf setelah Ellen DeGeneres men-cuit: "Bukankah sudah hampir tahun 2020? Apa yang kamu pikirkan?"

Dengan "The Christmas House", perusahaan itu telah selangkah lebih maju. Meskipun alur cerita Bennett dan Harder hanyalah salah satu dari tiga plot romantis yang terjalin dalam film, mereka ditampikan berciuman sebelum salah satu dari pasangan heteroseksual.

"Ketika kami melakukan ciuman pertama kami, para kru sangat terharu - tidak ada mata yang kering," kata Harder kepada AFP.

"Hanya agar cerita semua orang disampaikan ... "Apakah sudah terlambat? Tentu saja. Tapi saya senang kita di sini ... ini sangat kuat."

Tren ini telah menuai pujian luas, dengan Bennett melaporkan "ribuan pesan" dari penggemar yang bersyukur dan Harder mengungkapkan harapannya untuk sekuel "The Christmas House."

Tapi itu juga menuai kritik - termasuk dari beberapa pemirsa LGBTQ. "Happiest Season" berpusat pada kisah pasangan lesbian yang berjuang untuk mengaku kepada orang tua yang sangat tradisional - sebuah alur cerita yang menurut beberapa kritikus kuno, dan yang seharusnya tidak mendefinisikan mereka sebagai karakter.

Sebaliknya dalam "The Christmas House", "fakta bahwa karakter saya adalah gay, menikah dengan seorang pria, tidak pernah muncul satu kali pun dalam film tersebut," kata Bennett.

Namun, Harder menunjukkan, "Natal untuk komunitas LGBTQ sangat menantang," terutama bagi mereka yang anggota keluarganya tidak "menerima dengan baik".

Dan sementara "Happiest Season" mungkin mengambil pendekatan yang berbeda, yang penting adalah bahwa film "memungkinkan semua orang memiliki tempat di waktu liburan," kata Bennett.

"Mereka membuat film dengan pemeran utama gay di Hulu - itu adalah langkah ke arah yang benar," katanya. "Dan selalu ingat - buatlah Natal gay!"