Film horor masih jadi pilihan penonton Indonesia

·Bacaan 2 menit

Beberapa waktu belakangan, agaknya sinema Indonesia didominasi oleh kehadiran film-film drama hangat, alih-alih film horor yang di tahun-tahun sebelumnya cukup mendominasi.

Bisa dibilang, tidak terlalu banyak film horor dalam negeri yang rilis di saat pandemi.

Hal ini lalu menggugah pertanyaan, apakah penonton Indonesia sudah mulai bergeser dalam genre tayangan.

Wakil Ketua I Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan pengamat film Hikmat Darmawan kepada ANTARA, dikutip pada Sabtu, mengatakan film horor lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia.

"Di Indonesia sendiri agaknya ada perbaikan production value hingga estetiknya. Banyak sekali peningkatan pasar untuk film ini. Faktanya, (film horor) pasanya paling stabil dan tidak niche (tersegmentasi lebih kecil) lagi," kata Hikmat.

​​​​​Baca juga: Menparekraf: Stimulus PEN subsektor film tersalurkan Rp114, 88 miliar

Hal lain yang Hikmat soroti adalah banyaknya film-film horor yang sudah disimpan akhirnya diumumkan untuk segera rilis, dan mendapatkan animo cukup besar dari para penyuka film di dalam negeri.

"Tahun ini film yang kuat dan disimpan segera dirilis di bioskop mengingat kondisi pandemi yang sudah mulai kondusif. Misalnya 'Pengabdi Setan 2', 'Keramat 2', sampai 'KKN di Desa Penari',"

"(Film-film ini disimpan) Diasumsikan karena pasarnya besar. Peluangnya besar juga di Indonesia dan cenderung kuat. Pun dari segi mutunya," ujarnya menambahkan.

Sependapat, dua sosok di balik film pendek "Makmum" (2017) dan penulis adaptasi film panjang berjudul sama, "Makmum" (2019) dan "Makmum 2" (2021), Riza Pahlevi dan Vidya Talisa Ariestya mengatakan film horor memiliki tempat tersendiri di dunia film Indonesia.

"Dilihat dari sisi selera penonton Indonesia, aku pikir horor masih jadi salah satu yang dicari. 'Makmum' bisa sampai sejauh ini. Dan tahun ini akan banyak sekuel film horor Indonesia yang muncul, yang selama ini sudah dipendam akhirnya dikeluarkan sekarang," kata Riza saat dihubungi ANTARA.

"Kalau bergeser sih, sepertinya enggak. Tahun ini banyak film horor yang sudah dinantikan, dan itu animonya sudah dari sekarang, padahal baru rilis teaser dan poster saja. Film horor Indonesia bisa dibilang abadi, (pasar) cenderung stabil. Dan dari pengalaman menonton pun rasanya lebih seru karena biasanya ditonton bersama-sama," ujar Vidya menambahkan.

Baca juga: Sinema dan pengingat kita untuk kembali menjadi manusia

Baca juga: Cerita hingga cara menonton film di 2022 diprediksi semakin beragam

Baca juga: Museum Sumpah Pemuda persembahkan film dokumenter "YAMIN"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel