Film Kartu Pos Wini Menyorot Kisah Seorang Gadis Pengidap Kanker Darah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sinemata menggandeng Yayasan Kanker Indonesia untuk memproduksi film inspiratif berjudul Kartu Pos Wini (KPW). Film ini juga dibuat dalam rangka Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari 2022.

Selaku produser Sinemata, Aris Muda Irawan mengatakan bahwa cerita apapun bisa menarik asalkan penulisnya piawai dalam mengemasnya. Kartu pos yang populer di tahun 1990-2000-an pun jadi tema utamanya.

Film Kartu Pos Wini menyorot gadis milenial yang termakan idealisme dan kerasnya hati. Ia terobsesi dengan cita-cita sebagai staf kantor pos. Cerita yang sempat dimuat di kanal digital KanyaID ini merupakan buah karya penulis asal Yogyakarta, Ruwi Meyta.

"Ceritanya unik dan sesuatu serta menginpirasi buat yang menontonnya," ujar Produser Sinemata Aris Muda Irawan, kepada wartawan setelah menjadi narasumber acara Jambore FORWAN 2021 di Lingkung Gunung Pancawati, Bogor, Sabtu (13/11/2021).

"Film Kartu Pos Wini akan kami edarkan pada saat perayaan hari kanker sedunia, 4 Februari 2022," Aris menambahkan.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cita-Cita

Film Kartu Pos Wini. (IST)
Film Kartu Pos Wini. (IST)

Film Kartu Pos Mini mengangkat kisah sederhana tentang cita-cita serta kelanjutan cerita yang jauh lebih menarik setelah tokoh utamanya, Ruth Dewayani, menjadi staf kantor pos. Perjumpaan dengan seorang anak penyandang leukemia bernama Wini semakin menguatkan keinginan Ruth menjadi penolong.

Drama kisah film ini makin intens ketika sahabat pena Ruth memberi hadiah kejutan, yaitu dengan meluluskan proposal pengobatan ke Amsterdam, Belanda. Kejutan cerita Kartu Pos Wini yang tak terduga, menjadikan film ini memiliki kisah yang sangat menarik.

Selain isu tentang penyakit kanker, kisah romansa cinta Ruth dan Reza, sahabat penanya juga menjadi daya tarik tetsendiri. Sahabat pena mengembalikan ingatan cerita masa lalu bagi yang menjadi remaja pada era 1980-1990an.

Majalah remaja masa itu beberapa halamannya menyediakan kolom pembaca untuk bisa saling berkenalan. Pada masanya, halaman sahabat pena ini pernah sangat populer karena pembaca bisa saling berkirim surat dan berkenalan dengan banyak sahabat hingga ke luar negeri. Seperti kisah Ruth dan Reza di film ini.

Isu Kanker

Film Kartu Pos Wini. (IST)
Film Kartu Pos Wini. (IST)

Sisi lain film Kartu Pos Wini yang menjadi daya tarik adalah keinginan pembuat film mengangkat isu penyakit kanker. Film KPW menjadi semacam literasi bagaimana menjadi keluarga, sahabat, dan kerabat yang memperlakukan penderita kanker dengan semena-mena.

Dari situlah Sinemata menggandeng Yayasan Kanker Indonesia dalam memproduksi KPW. Yayasan Kanker Indonesia memiliki jaringan cabang di seluruh Indonesia dan perannya sudah diakui lebih dari empat dekade. Sinemata sebagai rumah produksi, ingin KPW tidak menyesatkan dalam produksinya.

Sinopsis Film

Film Kartu Pos Wini. (IST)
Film Kartu Pos Wini. (IST)

Sejak kecil, Ruth terobsesi menjadi staf kantor pos. Hanya Reza Asa Permana yang memahami keinginan Ruth. Reza pula yang mendorong Ruth meraih angannya. Reza adalah sahabat pena Ruth selama 18 tahun tanpa pernah bertemu.

Reza bersekolah dokter di Belanda. Rosiana mengantar putrinya, Wini, mengirim kartu pos. Kartu pos untuk Tuhan dengan alamat surga. Ruth bingung, tapi Rosiana meminta Ruth menerima saja kartu pos Wini.

Wini adalah penderita kanker darah. Lewat kartu pos untuk Tuhan, ia bisa berkeluh kesah ingin sembuh dan membuat bundanya bahagia. Bertemu Wini menjadi pengalaman tak terlupakan dalam hidup Ruth.

Ruth lalu minta Reza agar bisa menjadi sponsor pengobatan Wini di Belanda. Reza pun setuju. Namun, teman main Ruth semasa kecil, Kris, hadir lagi dalam kehidupan Ruth.

Bukan sebagai pengganggu, kehadiran Kris membuat Ruth ragu dengan pilihan cinta jarak jauhnya bersama Reza. Olok-olok masa kecil Kris terhadap Ruth masih membekas. Sahabat pena adalah pacar halusinasi.

Sebelum bertemu Ruth, Wini mendapatkan rasa percaya dirinya dari Kris yang selalu memotretnya. Kris pula yang mengajak Wini mendatangi kelompok sesama penderita kanker.

Tanpa Adegan Menguras Air Mata

"Ruth, Kris, Wini, Reza, memiliki tautan cerita yang menjadikan film Kartu Pos Wini menarik tanpa perlu adegan menguras air mata. Relasi mereka menjadi kelindan cerita menarik, unik, dinamis dan menumbuhkan empati," Aris Muda Irawan menilai.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel