Film Timun Mas Diputar di Pameran Pak Raden

TEMPO.CO , Jakarta: Film Timun Mas bakal diputar kembali dalam pameran tunggal lukisan karya Drs Suyadi alias Pak Raden. Timun Mas merupakan karya Drs Suyadi yang dibuat pada 1975 dan selesai digarap 1984.

»Timun Mas akan diputar pada pembukaan (13 Juli 2012) serta penutupan (20 Juli 2012) pameran pada pukul 16.00 WIB. Serta pemutaran film Si Unyil akan disiarkan setiap harinya setiap pukul 15.00 WIB,” ujar penulis biografi Pak Raden, Prasodjo Chusnato, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 11 Juli 2012.

Drs Suyadi alias Pak Raden bakal menggelar pameran tunggal seni lukisnya di Institut Kesenian Jakarta, 13-20 Juli 2012. Selama ini, Pak Raden mencari makan lewat melukis dan menggambar serta mendongeng.

Pameran bertajuk "Panggung Kanvas: Pameran Seni Rupa Drs Suyadi" ini bakal memamerkan 23 lukisan dan sekitar 18 drawing serta sketsa. Semuanya menggambarkan kehidupan seni pertunjukan rakyat.

Pameran yang digagas Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta ini bertujuan menampilkan sosok Drs Suyadi sebagai salah satu tokoh seni rupa Indonesia. Pasalnya, selama ini karya Drs Suyadi belum banyak diketahui khalayak umum, baik dalam bentuk lukisan, drawing dan sketsa.

‘Rekaman pandangan mata’ secara langsung dunia pentas tradisi dan seni panggung dituangkan dalam karya lukis dan sketsa. Tak cuma di atas pentas, kehidupan di balik panggung pun menjadi sorotannya.

Kehidupan seni tradisi dan panggung bukanlah dunia yang asing bagi Drs Suyadi. Dia pernah menjadi dalang (baik dalam bahasa Jawa maupun Prancis), belajar karawitan, bahkan juga pernah menjadi penari selama di Paris (1961-1963). Semua proses kreatif bertahun lamanya, ia rekam ke dalam belasan karya lukisan, drawing, sketsa yang sebagiannya dipamerkan kali ini.

Drs Suyadi saat ini sedang memperjuangkan hak cipta atas karya-karyanya di film boneka Si Unyil. Hak cipta karya-karya Pak Raden di film boneka Si Unyil saat ini dipegang Perum Produksi Film Negara.

KODRAT

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.